Ganjar Ingin Pramuka Jadi Agen Perubahan untuk Masyarakat dengan Ukhuwah Islamiyah
Rabu, 31 Agustus 2022 - 09:07 WIB
loading...
Ganjar Pranowo dan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf saat menghadiri kegiatan Pramuka Jateng Bersholawat Pramuka Mengabdi Tanpa Batas pada Selasa (30/8) malam.
A
A
A
TEGAL - Memperingati Hari Pramuka ke-61, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bersama Pemerintah Kabupaten Tegal mengadakan kegiatan Pramuka Jateng Bersholawat 'Pramuka Mengabdi Tanpa Batas' pada Selasa (30/8) malam.
Di hadapan pramuka Kwarda dan Kwarcab Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo yang hadir didampingi istrinya Siti Atiqoh menyampaikan pesan penting terkait kondisi sosial kemasyarakatan, seperti bahaya narkoba yang mengintai hingga masih ditemukannya kasus pernikahan di usia muda.
Pernikahan usia muda berisiko meningkatkan kasus stunting akibat ketidaksiapan orang tua. Ganjar pun menggalakkan program Jo Kawin Bocah (Jangan Nikah Muda) di kalangan pramuka agar mereka mampu menjadi agen perubahan dan menyosialisasikannya ke lingkungan mereka.
Baca juga: Momen Keakraban Menparekraf Sandiaga Uno Lari Pagi Bareng Bupati dan Kapolres Gunungkidul
"Ini semua kita dorong agar mereka menjadi kekuatan untuk menginisiasi aktivitas di lingkungan sekitarnya. Jadi sekaligus sholawat sambil mengedukasi para pramuka kita," kata Ganjar usai acara di Lapangan Pemkab Tegal.
Tak hanya bahaya narkoba dan menggalakkan Jo Kawin Bocah, pada kesempatan itu Ganjar juga mengajarkan pentingnya melakukan penanaman komoditas pangan pendampimg beras yang bisa dimulai dengan menanam di pekarangan rumah masing-masing dengan metode politek dan hidroponik.
Pasalnya, menghadapi ketidakstabilan kondisi ekonomi dan politik global, Ganjar menyebutkan ketahanan pangan nasional yang banyak ditopang daerah menjadi sangat penting. Oleh sebab itu, Ganjar tak berhenti berupaya mengajak masyarakat untuk terus menanam.
Di hadapan pramuka Kwarda dan Kwarcab Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo yang hadir didampingi istrinya Siti Atiqoh menyampaikan pesan penting terkait kondisi sosial kemasyarakatan, seperti bahaya narkoba yang mengintai hingga masih ditemukannya kasus pernikahan di usia muda.
Pernikahan usia muda berisiko meningkatkan kasus stunting akibat ketidaksiapan orang tua. Ganjar pun menggalakkan program Jo Kawin Bocah (Jangan Nikah Muda) di kalangan pramuka agar mereka mampu menjadi agen perubahan dan menyosialisasikannya ke lingkungan mereka.
Baca juga: Momen Keakraban Menparekraf Sandiaga Uno Lari Pagi Bareng Bupati dan Kapolres Gunungkidul
"Ini semua kita dorong agar mereka menjadi kekuatan untuk menginisiasi aktivitas di lingkungan sekitarnya. Jadi sekaligus sholawat sambil mengedukasi para pramuka kita," kata Ganjar usai acara di Lapangan Pemkab Tegal.
Tak hanya bahaya narkoba dan menggalakkan Jo Kawin Bocah, pada kesempatan itu Ganjar juga mengajarkan pentingnya melakukan penanaman komoditas pangan pendampimg beras yang bisa dimulai dengan menanam di pekarangan rumah masing-masing dengan metode politek dan hidroponik.
Pasalnya, menghadapi ketidakstabilan kondisi ekonomi dan politik global, Ganjar menyebutkan ketahanan pangan nasional yang banyak ditopang daerah menjadi sangat penting. Oleh sebab itu, Ganjar tak berhenti berupaya mengajak masyarakat untuk terus menanam.
Lihat Juga :