Anies: Negara Harus Janji Tidak Mengulang Penggusuran seperti di Bukit Duri
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 09:19 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.Foto/MPI/Muhammad Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewanti-wanti jajarannya di Pemprov DKI agar tidak lagi melakukan penggusuran terhadap rumah warga seperti yang terjadi di Bukit Duri, Jakarta Selatan, pada 2016 silam. Hal ini diungkapkan Anies saat meresmikan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Pulo Jahe, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 25 Agustus 2022.
Kampung Susun ini diperuntukan bagi warga eks Bukit Duri, Jakarta Selatan yang terkena dampak penggusuran normalisasi Kali Ciliwung 2016 silam. Anies mewanti-wanti jajarannya agar tidak mengulangi peristiwa tersebut dalam sisa masa jabatannya dua bulan lagi.
"Kita harus bersyukur, negara harus berjanji kita tidak boleh mengulangi peristiwa yang terjadi di Bukti Duri. Ini harus jadi komitmen kita," ujar Anies. Baca: Patung Kucing Libi di Kampung Susun Cakung, Simbol Warga Lawan Penggusuran
Anies mengatakan, perlu adanya komunikasi dengan warga untuk mencari solusi bersama, tidak dengan melakukan penggusuran disertai kekerasan dalam proyek pembangunan. Dia pun meminta peristiwa penggusuran pada 2016 dijadikan pembelajaran.
"Pemprov DKI juga begitu. Tidak bisa lagi kita melakukan tindakan seperti kita saksikan di tempat itu. Itu sudah jadi sejarah, kita ambil hikmahnya," katanya.
"Ke depan kita pastikan bahwa semua rencana pembangunan yang dikerjakan harus bisa dikomunikasikan dan diberikan jalan keluar untuk rakyat agar bisa seperti ini. Apa sulitnya ini dibahas pada tahun itu? Tenang semua bukan? Semua punya kesempatan," lanjutnya.
Kampung Susun ini diperuntukan bagi warga eks Bukit Duri, Jakarta Selatan yang terkena dampak penggusuran normalisasi Kali Ciliwung 2016 silam. Anies mewanti-wanti jajarannya agar tidak mengulangi peristiwa tersebut dalam sisa masa jabatannya dua bulan lagi.
"Kita harus bersyukur, negara harus berjanji kita tidak boleh mengulangi peristiwa yang terjadi di Bukti Duri. Ini harus jadi komitmen kita," ujar Anies. Baca: Patung Kucing Libi di Kampung Susun Cakung, Simbol Warga Lawan Penggusuran
Anies mengatakan, perlu adanya komunikasi dengan warga untuk mencari solusi bersama, tidak dengan melakukan penggusuran disertai kekerasan dalam proyek pembangunan. Dia pun meminta peristiwa penggusuran pada 2016 dijadikan pembelajaran.
"Pemprov DKI juga begitu. Tidak bisa lagi kita melakukan tindakan seperti kita saksikan di tempat itu. Itu sudah jadi sejarah, kita ambil hikmahnya," katanya.
"Ke depan kita pastikan bahwa semua rencana pembangunan yang dikerjakan harus bisa dikomunikasikan dan diberikan jalan keluar untuk rakyat agar bisa seperti ini. Apa sulitnya ini dibahas pada tahun itu? Tenang semua bukan? Semua punya kesempatan," lanjutnya.
Lihat Juga :