Hadiri Festival 1.000 Kebaya, Ganjar Ajak Masyarakat Pakai Baju Adat Tiap Kamis
Minggu, 21 Agustus 2022 - 18:11 WIB
loading...
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menghadiri Festival 1.000 Kebaya Untukmu Indonesia di Griya Persada Convention Hotel dan Resort Bandungan, Kabupaten Semarang, Jateng, Minggu (21/8/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menghadiri festival '1.000 Kebaya Untukmu Indonesia' di Griya Persada Convention Hotel dan Resort Bandungan, Kabupaten Semarang , Jateng, Minggu (21/8/2022).
Pada kesempatan tersebut, Ganjar mengajak masyarakat untuk mengenakan baju adat setiap hari Kamis. Ganjar mengatakan, kebiasan itu sudah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.
Baca juga: Nonton Film Sayap-sayap Patah, Ganjar Sampaikan Pesan Kebangsaan
"Maka saya ajak mereka untuk nantinya mereka menggunakan secara rutin seperti di Pemprov," kata Ganjar di lokasi, Minggu (21/8/2022).
Lebih lanjut Ganjar menyebut, dirinya juga mengajak para pengusaha swasta untuk mengenakan baju adat setiap Kamis. Menurut dia, langkah ini bisa mendorong kebangkitan ekonomi kreatif.
"Tidak hanya aparatur pemerintah, tapi swastanya juga bisa mengenakan baju adatnya juga akan sangat bagus. Pasti ekonomi kreatifnya juga sangat naik," ungkapnya.
Ganjar pun mengapresiasi masyarakat yang ikut berpartisipasi dan mengenakan pakaian adat pada acara 1.000 kebaya. Ganjar mengaku kagum dengan kebaya yang peserta kenakan karena banyak variasinya.
Baca juga: Ganjar: Rakyat Indonesia Selalu Punya Cara untuk Bersatu
“Bajunya juga didesign tidak yang hanya konvensional, tapi juga bisa dikombinasikan dengan apapun sehingga jauh lebih menarik. Itulah tempat-tempat kreatif yang kemudian bisa dikembangkan," tuturnya.
Sementara itu, Vivi (24) salah satu peserta 1.000 kebaya mengaku senang menggunakan baju adat khas Jawa tersebut. Warga Wonosobo yang tinggal di Kabupaten Semarang ini bahkan mengajak sanak saudara memeriahkan pawai kebaya.
Baca juga: Ganjar Ajak Masyarakat Tonton Ribuan Seniman Desa di CFD Simpang Lima Semarang
"Kita ramai-ramai sih biar bisa meningkatkan lagi peminat kebaya, terus berpartisipasi untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia," katanya.
Vivi berharap, ajakan menggunakan pakaian adat yang Ganjar sampaikan bisa semakin melestarikan kebaya. Terlebih meningkatkan peminat kebaya.
"Untuk kita harus lebih melestarikan lagi sih biar peminatnya lebih banyak lagi, biar bisa kompak lagi sih," pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ganjar mengajak masyarakat untuk mengenakan baju adat setiap hari Kamis. Ganjar mengatakan, kebiasan itu sudah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.
Baca juga: Nonton Film Sayap-sayap Patah, Ganjar Sampaikan Pesan Kebangsaan
"Maka saya ajak mereka untuk nantinya mereka menggunakan secara rutin seperti di Pemprov," kata Ganjar di lokasi, Minggu (21/8/2022).
Lebih lanjut Ganjar menyebut, dirinya juga mengajak para pengusaha swasta untuk mengenakan baju adat setiap Kamis. Menurut dia, langkah ini bisa mendorong kebangkitan ekonomi kreatif.
"Tidak hanya aparatur pemerintah, tapi swastanya juga bisa mengenakan baju adatnya juga akan sangat bagus. Pasti ekonomi kreatifnya juga sangat naik," ungkapnya.
Ganjar pun mengapresiasi masyarakat yang ikut berpartisipasi dan mengenakan pakaian adat pada acara 1.000 kebaya. Ganjar mengaku kagum dengan kebaya yang peserta kenakan karena banyak variasinya.
Baca juga: Ganjar: Rakyat Indonesia Selalu Punya Cara untuk Bersatu
“Bajunya juga didesign tidak yang hanya konvensional, tapi juga bisa dikombinasikan dengan apapun sehingga jauh lebih menarik. Itulah tempat-tempat kreatif yang kemudian bisa dikembangkan," tuturnya.
Sementara itu, Vivi (24) salah satu peserta 1.000 kebaya mengaku senang menggunakan baju adat khas Jawa tersebut. Warga Wonosobo yang tinggal di Kabupaten Semarang ini bahkan mengajak sanak saudara memeriahkan pawai kebaya.
Baca juga: Ganjar Ajak Masyarakat Tonton Ribuan Seniman Desa di CFD Simpang Lima Semarang
"Kita ramai-ramai sih biar bisa meningkatkan lagi peminat kebaya, terus berpartisipasi untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia," katanya.
Vivi berharap, ajakan menggunakan pakaian adat yang Ganjar sampaikan bisa semakin melestarikan kebaya. Terlebih meningkatkan peminat kebaya.
"Untuk kita harus lebih melestarikan lagi sih biar peminatnya lebih banyak lagi, biar bisa kompak lagi sih," pungkasnya.
(nic)
Lihat Juga :