Gunakan Aqua Eye, Tim SAR Cari Korban Jatuh dari Kapal Mesin di Waduk Cirata
Minggu, 21 Agustus 2022 - 09:22 WIB
loading...
Tim SAR menggunakan aqua eye untuk mencari korban tenggelam di Waduk Cirata.Foto/ist
A
A
A
BANDUNG - Tim SAR gabungan melakukan pencarian menggunakan teknologi Aqua Eye terhadap Enang Rijal (24), warga Kampung Sukatani, RT 29/07, Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang yang dilaporkan tenggelam di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur sejak Sabtu malam.
Menurut Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril, Tim Rescue Basarnas Bandung setelah tiba di lokasi langsung melakukan asesmen dan koordinasi dengan tim di lapangan. Selanjutnya tim langsung melakukan pencarian terhadap korban. Tim melakukan upaya pencarian menggunakan UWSD (Underwater Search Device) dan Aqua Eye.
"Hingga pukul 17.49 WIB kemarin, hasil pencarian terhadap korban masih nihil. Tim juga melakukan upaya penyelaman dengan menurunkan dua personel," jelas dia.
Baca juga: MNC Peduli Terus Berkomitmen Meringankan Beban Masyarakat
Berdasarkan informasi dari Komandan Tim Rescue A Rafik, saat melakukan upaya pencarian menggunakan UWSD, terdeteksi kedalaman air mencapai 53 Meter. UWSD (Underwater Search Device) adalah sebuah alat yang dapat mendeteksi objek yang berada di air menggunakan pipa panjang yang dirangkai sehingga sonarnya bisa dimasukkan ke dalam air dan akan terbaca di layar monitor.
Penggunaanya bisa digunakan sambil menggunakan perahu atau kapal yang bisa bergerak, objek yang terdeteksi bisa ikan, kayu atau benda lainnya. Ketika terdeteksi objek yang diduga korban maka akan dilakukan penyelaman.
Sedangkan penggunaan aqua eye digunakan oleh personel dengan turun langsung ke permukaan air, aqua eye bisa dioperasionalkan dengan short range (jarak pendek), long range (jarak jauh) atau medium range (jarak menengah).
Menurut Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril, Tim Rescue Basarnas Bandung setelah tiba di lokasi langsung melakukan asesmen dan koordinasi dengan tim di lapangan. Selanjutnya tim langsung melakukan pencarian terhadap korban. Tim melakukan upaya pencarian menggunakan UWSD (Underwater Search Device) dan Aqua Eye.
"Hingga pukul 17.49 WIB kemarin, hasil pencarian terhadap korban masih nihil. Tim juga melakukan upaya penyelaman dengan menurunkan dua personel," jelas dia.
Baca juga: MNC Peduli Terus Berkomitmen Meringankan Beban Masyarakat
Berdasarkan informasi dari Komandan Tim Rescue A Rafik, saat melakukan upaya pencarian menggunakan UWSD, terdeteksi kedalaman air mencapai 53 Meter. UWSD (Underwater Search Device) adalah sebuah alat yang dapat mendeteksi objek yang berada di air menggunakan pipa panjang yang dirangkai sehingga sonarnya bisa dimasukkan ke dalam air dan akan terbaca di layar monitor.
Penggunaanya bisa digunakan sambil menggunakan perahu atau kapal yang bisa bergerak, objek yang terdeteksi bisa ikan, kayu atau benda lainnya. Ketika terdeteksi objek yang diduga korban maka akan dilakukan penyelaman.
Sedangkan penggunaan aqua eye digunakan oleh personel dengan turun langsung ke permukaan air, aqua eye bisa dioperasionalkan dengan short range (jarak pendek), long range (jarak jauh) atau medium range (jarak menengah).
Lihat Juga :