84 ASN Gowa Terima Satyalancana Karya Satya, 267 Masuk Purna Bakti
Senin, 15 Agustus 2022 - 16:19 WIB
loading...
Sebanyak 84 ASN Pemkab Gowa mendapatkan penganugerahan Tanda Kehormatan RI Satyalancana Karya Satya XXX, XX dan X Tahun. Selain itu, terdapat 267 ASN memasuki masa purna bakti. Foto/Istimewa
A
A
A
GOWA - Sebanyak 84 Aparatur Sipil Negera (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendapatkan penganugerahan Tanda Kehormatan RI Satyalancana Karya Satya XXX, XX dan X Tahun. Kegiatan itu diselenggarakan di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin (15/8). Selain itu, terdapat 267 ASN memasuki masa purna bakti.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan , mengatakan tanda kehormatan diserahkan kepada ASN yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan kejujuran, dan kedisiplinannya, serta bekerja terus-menerus sekurang-kurangnya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.
Baca Juga: Akun Facebook Bupati Gowa Adnan Purichta Dipalsukan
Ia menyebut penyematan tanda kehormatan ini hendaknya tidak dipandang sebelah mata sebagai seremonial saja. Harus dihayati dan direnungkan bersama perihal makna penyerahan satyalencana. Menurut dia, pemberian penghargaan tanda kehormatan seperti ini tidak berarti telah mencapai puncak dalam melaksanakan tugas.
"Penyematan tanda penghormatan ini harus diletakkan sebagai sebuah dasar dan sebuah motivasi agar terus maju dengan sebuah tekad agar hari ini bisa lebih baik dari dibandingkan hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” ungkap dia.
Bupati Adnan menegaskan, setelah menerima tanda penghormatan ini, maka tugas dan tanggungjawab ASN akan semakin berat dan harus semakin berprestasi serta menjadi contoh bagi ASN lainnya.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan , mengatakan tanda kehormatan diserahkan kepada ASN yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan kejujuran, dan kedisiplinannya, serta bekerja terus-menerus sekurang-kurangnya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.
Baca Juga: Akun Facebook Bupati Gowa Adnan Purichta Dipalsukan
Ia menyebut penyematan tanda kehormatan ini hendaknya tidak dipandang sebelah mata sebagai seremonial saja. Harus dihayati dan direnungkan bersama perihal makna penyerahan satyalencana. Menurut dia, pemberian penghargaan tanda kehormatan seperti ini tidak berarti telah mencapai puncak dalam melaksanakan tugas.
"Penyematan tanda penghormatan ini harus diletakkan sebagai sebuah dasar dan sebuah motivasi agar terus maju dengan sebuah tekad agar hari ini bisa lebih baik dari dibandingkan hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” ungkap dia.
Bupati Adnan menegaskan, setelah menerima tanda penghormatan ini, maka tugas dan tanggungjawab ASN akan semakin berat dan harus semakin berprestasi serta menjadi contoh bagi ASN lainnya.
Lihat Juga :