Peningkatan Daya Saing Industri Kakao di Sulsel Terus Didorong

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 10:04 WIB
loading...
Peningkatan Daya Saing...
Program Kerjasama Ekonomi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) Katalis menggelar sosialisasi mengenai IA-CEPA di Hotel Four Points by Sheraton, Jumat (12/8/2022) kemarin. Foto/SINDOnews/Syamsi Nur Fadhilah
A A A
MAKASSAR - Konsulat-Jenderal Australia di Makassar memperkenalkan Program Kerjasama Ekonomi IA-CEPA Katalis. CEPA ECP Katalis (Katalis) adalah program pengembangan perdagangan dan investasi unik lima tahun (2020-2025) yang didukung pemerintah untuk membuka potensi besar kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Australia.

Khusus di Sulawesi Selatan (Sulsel) Katalis mendorong desain proyek percontohan ekspor kakao ke Australia atau ke negara ketiga lainnya.

Baca Juga: Produksi Kakao Sulsel Terbesar Kedua di Indonesia, Luwu Utara Sumbang 21,13

Konsul-Jenderal Australia di Makassar, Bronwyn Robbins, mengungkapkan desain proyek percontohan ekspor kakao ini akan meningkatkan daya saing industri kakao Indonesia yang banyak dihasilkan di kawasan Sulawesi.

Selain itu, desain proyek percontohan ini juga akan menghasilkan rekomendasi terkait perbaikan produktivitas, konsistensi kualitas, dan isu lainnya dalam rantai pasok.

Kata dia, sektor kakao merupakan prioritas nasional bagi Indonesia dan memiliki potensi untuk memberikan manfaat ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat, termasuk perempuan dan anak perempuan di Sulawesi dan di daerah lain di Indonesia.

"Oleh karena itu, Pemerintah Australia mendukung proyek percontohan Katalis ini untuk mengidentifikasi bagaimana Australia dan Indonesia dapat berkolaborasi untuk mempercepat ekspor kakao Indonesia melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia, yang akan membantu mendukung pemulihan ekonomi Indonesia,” kata Bronwyn Robbins.

Desain proyek percontohan ekspor kakao Indonesia dimulai dengan penelitian tentang tantangan produksi yang dihadapi petani kakao, adopsi teknologi digital untuk memenuhi sertifikasi dan standar keberlanjutan, serta persyaratan untuk memasuki pasar Australia.

Director of IA-CEPA ECP Katalis, Paul Bartlett membeberkan, pihaknya tengah menjajaki peluang di semua sektor rantai pasok ekspor kakao. Mulai dari pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga potensi pasar kakao di Australia .

"Untuk kakao ini masih dalam tahap finalisasi, sebenarnya ide disini adalah untuk menjajaki peluang di semua rantai pasok, karena kita perlu memahami terlebih dahulu di mana peluangnya. Tanpa memahami keseluruhan, kami tidak dapat menyesuaikan solusi," ungkapnya.

Bermula dari Sulawesi, yang merupakan sentra produksi kakao Indonesia, desain proyek ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia. Proses pengumpulan data akan melibatkan sejumlah besar pemangku kepentingan.

Baca Juga: Laju Ekspor Biji Kakao Sulsel Tetap Kencang di Masa Pandemi Covid-19

Diketahui, kakao merupakan salah satu ekspor agrikultural terbesar Indonesia. Pada tahun 2019, nilai ekspornya berkisar 358 ribu ton dengan nilai 1,2 miliar dolar AS.

Menurut International Cocoa Organization, Indonesia merupakan produsen terbesar kakao di Asia dan terbesar keenam di dunia (2018). Data Badan Pusat Statistik Indonesia menunjukkan, lebih dari separuh produksi nasional kakao berada di wilayah Sulawesi.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Australia Kunjungi...
PM Australia Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan di Jakarta Dialihkan
Wakil Ketua Komisi IV...
Wakil Ketua Komisi IV DPR: Perlu Langkah Konkret Pemerintah Atasi Rendahnya Produktivitas Kakao
GP Ansor Tanam 200 Ribu...
GP Ansor Tanam 200 Ribu Bibit Kakao di Sulbar, Addin: Ikhtiar Ketahanan Pangan
Pemprov Jakarta Impor...
Pemprov Jakarta Impor Sapi Australia demi Jaga Stabilisasi Harga Daging
Partai Perindo Gelar...
Partai Perindo Gelar Nobar Timnas Indonesia vs Australia di DPP Menteng
Banyuwangi Kini Punya...
Banyuwangi Kini Punya Pusat Penelitian dan Pengembangan Kakao Berkelanjutan
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Rekomendasi
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved