244 Ternak Tertular PMK di Sulsel Sudah Dipotong Bersyarat

Kamis, 11 Agustus 2022 - 18:47 WIB
loading...
244 Ternak Tertular...
Sebanyak 244 hewan ternak di Sulawesi Selatan yang tertular penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah dipotong bersyarat. Foto/Dok SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Sebanyak 244 hewan ternak di Sulawesi Selatan yang tertular penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah dipotong bersyarat. Ia menyebut, pemotongan bersyarat dilakukan sebagai salah satu upaya dalam menekan angka penyebaran PMK.

"Kasus sudah di angka 2.400, kami terus menekan dengan pemotongan ternak sakit. Insyaallah dalam waktu sepekan ini pergerakan sudah mulai melambat," ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nurlina Saking.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Siapkan Kompensasi Ternak Tertular PMK

Setiap peternak yang hewan ternaknya dipotong bersyarat akan memperoleh kompensasi berupa penggantian dalam bentuk uang tunai. Untuk memperoleh kompensasi itu, para peternak harus melakukan pendataan di aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Nasional atau SIKNAS.

"Peternak memasukkan data ke aplikasi lalu akan ada pembayaran langsung ke peternak tunai atau rekening peternak. Aplikasi SIKNAS di situ masuk semua data, by name by address. Jumlahnya maksimal lima ekor minimal satu peternak per kartu keluarga," terang dia.

Selain pemotongan bersyarat, Nurlina juga menyebut saat ini sudah ada sebanyak 9.000 dosis vaksin yang telah disalurkan ke kabupaten kota di Sulsel. "Akan kami dorong terus untuk mempercepat akselerasi pelaksanaan vaksinasi karena itu akan menghambat penyebaran penyakit, di samping ternak-ternak dipotong agar virusnya tak berpindah," tuturnya.

Saat ini Sulsel memiliki vaksin sebanyak 115 ribu dosis dan telah siap untuk didistribusikan. Hanya saja, kata Nurlina, tempat penyimpanan vaksin di daerah masih terbatas maka, pendistribusian dilakukan secara bertahap.

"Vaksin kita punya 115 ribu. Sebenarnya vaksin sudah siap didistribusikan tetapi penampungan di lapangan terbatas maka didistribusikan bertahap," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, menuturkan, kebijakan pemotongan bersyarat di wilayahnya masih cukup sulit dilakukan, khusunya pada ternak kerbau.

Alasannya, karena harga kerbau yang tinggi sedangkan bantuan keuangan atau biaya ganti rugi yang diberikan oleh pemerintah tergolong kecil.

"Tapi kami di Toraja ini susah sekali, pemusnahan itu ganti ruginya hanya Rp10 juta, sedangkan harga kerbau bergerak dari Rp30-Rp500 juta. Jadi coba bayangkan jika kerbaunya orang harga Rp100 juta, mau diganti Rp10 juta, tiba-tiba dipotong," ucapnya.

Baca Juga: 1.500 Lebih Ternak di Provinsi Sulsel Sudah Terinfeksi PMK

Kendati begitu, dia menyebut, angka kematian bagi hewan yang terjangkit PMK cukup rendah. Rata-rata mengalami kesembuhan. Dirinya juga tetap mendorong dilakukannya vaksinasi, meski masih terbatas.

"Populasi kerbau kami hampir 30 ribu ekor, itupun penyaluran vaksin belum sampai 10 persen. Jadi kami hanya menyisir wilayah-wilayah yang memang sudah ada muncul kasus. Itu yang kami prioritaskan di situ. Sejauh ini sih tinggal keluhan desakan minta vaksin saja," pungkasnya.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lirabica: Hewan Ternak...
Lirabica: Hewan Ternak Terpapar Radiasi di Cikande Harus Diobati, Bukan Dimusnahkan
Indo Livestock 2025:...
Indo Livestock 2025: Wadah Bersinergi untuk Penguatan Peternakan dan Kesehatan Hewan
Pastikan Ternak Layak...
Pastikan Ternak Layak Dijual, Pj. Gubernur Adhy Tinjau Pasar Hewan Kota Probolinggo
Wabah PMK Serang Gunungkidul,...
Wabah PMK Serang Gunungkidul, 63 Ekor Sapi Mati Mendadak
Berdayakan Mustahik...
Berdayakan Mustahik Peternak, Baznas RI Luncurkan Balai Ternak di Wonosobo
Balai Ternak Baznas...
Balai Ternak Baznas Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Anwar
Perbedaan Hewan Dam...
Perbedaan Hewan Dam Haji dan Kurban, Simak Penjelasannya di Sini!
KAI Logistik dan Bogantara...
KAI Logistik dan Bogantara Jajaki Usaha Pengiriman Hewan Ternak
Lawan Parasit Berbahaya,...
Lawan Parasit Berbahaya, AS akan Lepas Miliaran Lalat di Meksiko dan Texas
Rekomendasi
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved