Perubahan Iklim di Bone Bikin Petani Gagal Panen
Kamis, 11 Agustus 2022 - 14:59 WIB
loading...
Pertemuan Bappeda-Icraf di Kantor Desa Masila, Kecamatan Patimpeng, Kamis (11/8/2022). Foto: SINDOnews/Justang Muhammad
A
A
A
BONE - Warga Patimpeng, Kabupaten Bone, Sulsel kerap kali gagal panen. Penyebabnya, perubahan iklim yang tak menentu. Ketika musim tanam, terjadi kemarau. Jelang panen, hujan deras turun.
"Perubahan Iklim di Patimpeng Kabupaten Bone sangat terasa. Situasi kami di pertanian khususnya padi di sini pak, mau menanam datang kemarau, mau panen datang hujan," kata warga Desa Masila, Kecamatan Patimpeng, Suardi saat pertemuan Bappeda-Icraf di Kantor Desa Masila, Kecamatan Patimpeng, Kamis (11/8/2022).
Baca juga: Warga Desa Turu Adae Bone Terkendala Pemasaran Hasil Pertanian
Tak hanya itu kata dia, penyebab lain gagal panen yakni serangan hama dan sejumlah faktor lain.
Hal senada disampaikan oleh warga Desa Latellang, Kecamatan Patimpeng, Burhanuddin. "Awal bertani di sini biasa juga bagus, tetapi pas mau panen gagal, padi yang ditanam ketika sudah mau berbuah terjadi kekeringan, musim kemarau," kata Burhanuddin.
Lantaran pertanian lebih banyak gagal daripada berhasil, Burhanuddin menyebutkan bahwa kebanyakan orang tua merantau dan tidak kembali lagi sekarang.
Kepala Bappeda Bone yang diwakili Kabid Ekonomi, Andi Hendra Setiawan menuturkan perubahan iklim salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah.
Baca juga: Peneliti Icraf Masuk Cenrana, Masyarakat Harapkan Solusi Air Bersih
"Sekarang ini terjadi perubahan iklim, sudah sangat sulit menebak cuaca, kadang cuaca yang begitu ekstrem yang harusnya musim kemarau terjadi musim hujan," kata Andi Hendra.
Kata dia, hal yang menjadi perhatian pemerintah bagaimana masyarakat terlibat dalam mencintai alam di tengah-tengah perubahan iklim yang terjadi.
Masyarakat nantinya yang menjadi project Icraf akan dibina dalam peningkatan ekonomi. Kendati demikian, lingkungan akan tetap bisa lestari.
"Kita sudah mendapatkan manfaat alam yang begitu besar dari alam kita, melalui pertanian, tetapi terkadang kita lupa menjaga alam kita mendapatkan manfaat hingga anak cucu kita, ini yang menjadi fokus penelitian Bappeda-Icraf ini," kata A Hendra.
Baca juga: Fahsar Padjalangi Kukuhkan Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone di Kolaka Utara
Koordinator Project Icraf Sulsel, Syahrir menuturkan salah satu yang menjadi fokus para peniliti adalah persoalan iklim. Bagaimana peningkatan kesejahteraan masyarakat di tengah perubahan iklim.
"Jadi nantinya, kami akan mengkaji komoditi apa yang bisa dikembangan daerah sini cocok dengan iklim saat ini, apa yang cocok kita akan penggalian potensi, negiatan kita bukan hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga bagaimana menyiapkan pasarnya," kata Syahrir.
"Perubahan Iklim di Patimpeng Kabupaten Bone sangat terasa. Situasi kami di pertanian khususnya padi di sini pak, mau menanam datang kemarau, mau panen datang hujan," kata warga Desa Masila, Kecamatan Patimpeng, Suardi saat pertemuan Bappeda-Icraf di Kantor Desa Masila, Kecamatan Patimpeng, Kamis (11/8/2022).
Baca juga: Warga Desa Turu Adae Bone Terkendala Pemasaran Hasil Pertanian
Tak hanya itu kata dia, penyebab lain gagal panen yakni serangan hama dan sejumlah faktor lain.
Hal senada disampaikan oleh warga Desa Latellang, Kecamatan Patimpeng, Burhanuddin. "Awal bertani di sini biasa juga bagus, tetapi pas mau panen gagal, padi yang ditanam ketika sudah mau berbuah terjadi kekeringan, musim kemarau," kata Burhanuddin.
Lantaran pertanian lebih banyak gagal daripada berhasil, Burhanuddin menyebutkan bahwa kebanyakan orang tua merantau dan tidak kembali lagi sekarang.
Kepala Bappeda Bone yang diwakili Kabid Ekonomi, Andi Hendra Setiawan menuturkan perubahan iklim salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah.
Baca juga: Peneliti Icraf Masuk Cenrana, Masyarakat Harapkan Solusi Air Bersih
"Sekarang ini terjadi perubahan iklim, sudah sangat sulit menebak cuaca, kadang cuaca yang begitu ekstrem yang harusnya musim kemarau terjadi musim hujan," kata Andi Hendra.
Kata dia, hal yang menjadi perhatian pemerintah bagaimana masyarakat terlibat dalam mencintai alam di tengah-tengah perubahan iklim yang terjadi.
Masyarakat nantinya yang menjadi project Icraf akan dibina dalam peningkatan ekonomi. Kendati demikian, lingkungan akan tetap bisa lestari.
"Kita sudah mendapatkan manfaat alam yang begitu besar dari alam kita, melalui pertanian, tetapi terkadang kita lupa menjaga alam kita mendapatkan manfaat hingga anak cucu kita, ini yang menjadi fokus penelitian Bappeda-Icraf ini," kata A Hendra.
Baca juga: Fahsar Padjalangi Kukuhkan Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone di Kolaka Utara
Koordinator Project Icraf Sulsel, Syahrir menuturkan salah satu yang menjadi fokus para peniliti adalah persoalan iklim. Bagaimana peningkatan kesejahteraan masyarakat di tengah perubahan iklim.
"Jadi nantinya, kami akan mengkaji komoditi apa yang bisa dikembangan daerah sini cocok dengan iklim saat ini, apa yang cocok kita akan penggalian potensi, negiatan kita bukan hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga bagaimana menyiapkan pasarnya," kata Syahrir.
(luq)
Lihat Juga :