Seorang Menantu di Kabupaten Sinjai Bacok Mertua hingga Tewas
Selasa, 09 Agustus 2022 - 15:56 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
SINJAI - Dua pria berstatus menantu dan mertua di Kabupaten Sinjai saling bacok menggunakan parang, Senin 8 Agustus kemarin. Keduanya adalah Ido (32) dan Hasan (52).
Akibat aksi tersebut, Hasan meregang nyawa di tangan menantunya sendiri, Ido. Korban menderita luka tebasan di pinggang sebelah kiri, luka terbuka dan patah pada tulang belakang, kepala sebelah atas luka terbuka, dan luka sayatan terbuka pada tangan sebelah kiri.
Baca juga:Polisi Buru 15 Pelaku Pembacokan 3 Mahasiswa Pelayaran Semarang
Sementara Ido mengalami luka terbuka pada lengan kiri, luka terbuka pada tangan kiri, luka terbuka pada siku kiri dan luka terbuka pada punggung kiri. Ia kini mendapat perawatan di Puskesmas Manipi, Kecamatan Sinjai Barat.
"Benar, lokasi kejadian yang berjarak kurang lebih 4 KM naik turun gunung, Senin kemarin. Terduga pelaku Ido, kini sudah berada di Polres Sinjai untuk menjalani pemeriksaan. Motif kejadian diduga dipicu persoalan cekcok yang terjadi antara Ido dan istrinya Nia binti Hasan, di mana telah pisah ranjang selama tiga minggu," kata Kapolsek sinjai Borong, Iptu Sasmito, Selasa (9/8/2022).
Baca juga:Sok Jagoan, 5 Preman Semarang Pembacok 3 Pengendara Motor Ditangkap Polisi
Sasmito lebih lanjut menjelaskan, selama pisah ranjang, Nia dan orang tuanya tinggal di rumah saudaranya bernama Timan binti Hasan, yang tidak jauh dari TKP. Nia menurut Sasmito mendapat tekanan dan ancaman pembunuhan oleh suaminya.
Pada Senin sekitar pukul 09.30 WITA, Ido dan Hasan bertemu di gubuk tempat memasak gula aren di belakang rumah korban. Di situlah keduanya diduga cekcok antara pelaku dan korban sehingga terjadi perkelahian yang menyebabkan pelaku dan korban masing-masing mengalami luka terbuka akibat dari sayatan parang.
"Jadi dari analisa sementara, pelaku diduga marah dan dendam sama mertuanya (Hasan), disebabkan pelaku mencurigai mertuanya turut serta ingin memisahkan dirinya dan istrinya," ungkap Sasmito.
Baca juga:Pria di Sumedang Luka Parah Diserang dan Dikeroyok 4 Orang Misterius
Dijelaskan mantan Kapolsek Pulau Sembilan itu, selama pelaku pisah ranjang dengan istrinya, Ido mengalami depresi dan tinggal sementara di rumah orang tuanya di Dusun Bihulo, Desa Bonto Lempangan, Kecamatan Sinjai Barat,
"Jadi pelaku diduga telah mengalami despresi berat akibat masalah rumah tangganya sehingga menyebabkan kalap dan mencari korban dan melakukan perkelahian," jelasnya.
Akibat aksi tersebut, Hasan meregang nyawa di tangan menantunya sendiri, Ido. Korban menderita luka tebasan di pinggang sebelah kiri, luka terbuka dan patah pada tulang belakang, kepala sebelah atas luka terbuka, dan luka sayatan terbuka pada tangan sebelah kiri.
Baca juga:Polisi Buru 15 Pelaku Pembacokan 3 Mahasiswa Pelayaran Semarang
Sementara Ido mengalami luka terbuka pada lengan kiri, luka terbuka pada tangan kiri, luka terbuka pada siku kiri dan luka terbuka pada punggung kiri. Ia kini mendapat perawatan di Puskesmas Manipi, Kecamatan Sinjai Barat.
"Benar, lokasi kejadian yang berjarak kurang lebih 4 KM naik turun gunung, Senin kemarin. Terduga pelaku Ido, kini sudah berada di Polres Sinjai untuk menjalani pemeriksaan. Motif kejadian diduga dipicu persoalan cekcok yang terjadi antara Ido dan istrinya Nia binti Hasan, di mana telah pisah ranjang selama tiga minggu," kata Kapolsek sinjai Borong, Iptu Sasmito, Selasa (9/8/2022).
Baca juga:Sok Jagoan, 5 Preman Semarang Pembacok 3 Pengendara Motor Ditangkap Polisi
Sasmito lebih lanjut menjelaskan, selama pisah ranjang, Nia dan orang tuanya tinggal di rumah saudaranya bernama Timan binti Hasan, yang tidak jauh dari TKP. Nia menurut Sasmito mendapat tekanan dan ancaman pembunuhan oleh suaminya.
Pada Senin sekitar pukul 09.30 WITA, Ido dan Hasan bertemu di gubuk tempat memasak gula aren di belakang rumah korban. Di situlah keduanya diduga cekcok antara pelaku dan korban sehingga terjadi perkelahian yang menyebabkan pelaku dan korban masing-masing mengalami luka terbuka akibat dari sayatan parang.
"Jadi dari analisa sementara, pelaku diduga marah dan dendam sama mertuanya (Hasan), disebabkan pelaku mencurigai mertuanya turut serta ingin memisahkan dirinya dan istrinya," ungkap Sasmito.
Baca juga:Pria di Sumedang Luka Parah Diserang dan Dikeroyok 4 Orang Misterius
Dijelaskan mantan Kapolsek Pulau Sembilan itu, selama pelaku pisah ranjang dengan istrinya, Ido mengalami depresi dan tinggal sementara di rumah orang tuanya di Dusun Bihulo, Desa Bonto Lempangan, Kecamatan Sinjai Barat,
"Jadi pelaku diduga telah mengalami despresi berat akibat masalah rumah tangganya sehingga menyebabkan kalap dan mencari korban dan melakukan perkelahian," jelasnya.
(luq)
Lihat Juga :