Cegah Banjir, Pemkab Bekasi Revitalisasi Dua Situ

Senin, 29 Juni 2020 - 17:02 WIB
loading...
Cegah Banjir, Pemkab...
Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi fokus pada penanganan pencegahan banjir di wilayahnya. Terdapat dua situ (danau) yang akan direvitalisasi untuk meningkatkan daya tampung air oleh pemerintah pusat sebagaimana komitmen pencegahan banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek Punjur).

Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi Nur Chaidir mengatakan, dua situ yang segera direvitalisasi itu berada di dua kecamatan. ”Situ Cipalahar di Kecamatan Serang Baru dan Situ Burangkeng di Kecamatan Cibarusah. Ini merupakan bagian dari penanganan banjir Jabodetabekpunjur yang terintegrasi hingga 2024,” ujarnya, Senin (29/6/2020).

Menurut dia, revitalisasi Situ Cipalahar dan Burangkeng akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Waduk Sungai Ciliwung- Cisadane dengan dana dari APBN. (Baca juga: 2 Juli, Pemkot Bekasi Akan Normalkan Pelayanan Masyarakat)

Chaidir menyebutkan ada 13 Situ di Kabupaten Bekasi. Beberapa di antaranya masih berfungsi dengan baik sebagai penampungan air, namun tidak sedikit juga yang berubah fungsi sehingga membuat daya tampung airnya berkurang dan saat curah hujan tinggi air meluap hingga menggenangi permukiman warga.

Di sisi lain, karena sebagian besar Situ di Kabupaten Bekasi mulai kurang tampungan airnya, maka dilakukan upaya mengembalikan kondisinya agar dapat menampung air yang banyaknya seperti semula. ”Selain revitalisasi Situ, kami juga akan menormalisasi beberapa sungai penyebab banjir di Bekasi,” katanya.

Apalagi menurunnya volume penampungan air di Situ disebabkan sejumlah faktor akibat sedimentasi sehingga Situ menjadi dangkal. Penyebab lainnya adalah aktivitas di sekitar yang membuat luas Situ menyempit. ”Ada aktivitas di kanan kiri situ, misalnya ditanami oleh warga sehingga daya tampung air menurun,” ucapnya. (Baca juga: Cegah Covid-19, Polsek Johar Baru Bagikan Wastafel Portable)

Menurut Chaidir, menyusutnya luas dan fungsi situ juga dikarenakan tidak didukung sistem pendataan yang benar termasuk sertifikat lahan di sekitar area situ. ”Kementerian baik PUPR maupun ATR belum punya data valid tentang sertifikat tanah di sekitar situ. Namun, informasinya sekarang bertahap akan disertifikatkan melalui BBWS Ciliwung-Cisadane,” ungkapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rumah Katon Bagaskara...
Rumah Katon Bagaskara Terendam Banjir, Desak Pramono Anung Bertindak
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Banjir Landa Kampung...
Banjir Landa Kampung Jati Jakarta Timur di Hari Kedua Lebaran
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Berita Terkini
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
DPRD Klungkung Perkuat...
DPRD Klungkung Perkuat Pengawasan, Pastikan WTP Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved