Jember Fashion Carnaval Diusulkan Masuk Kalender Wisata Internasional
Senin, 08 Agustus 2022 - 17:50 WIB
loading...
Jember Fashion Carnaval diusulkan masuk dalam kalender event internasional.Foto/dok
A
A
A
JEMBER - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa minta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bisa memasukkan Jember Fashion Carnaval (JFC) dalam kalender event internasional.
"JFC ini akan menjadi energi kreatif, inovatif dan produktif yang telah terlahir dari Bumi Jember. Selain itu, JFC akan memberikan resonansi fashion pertunjukan kelas dunia dari Indonesia. Gelaran JFC ini saya yakin dapat memberikan resonansi bagi fashion dan pertunjukan kelas dunia dari Indonesia kepada dunia," kata Khofifah usai menyaksikan JFC 2022, Senin (8/8/2022).
Khofifah berharap, JFC 2022 bisa menjadi inspirasi, inovasi dan kreatifitas dari para designer tanah air maupun dunia untuk terus melahirkan busana-busana maupun fashion yang menarik. Sebelumnya, JFC dua tahun digelar secara hybrid karena pandemi Covid-19. "Saya meminta kepada Menteri Parekraf yang hadir agar tahun depan bisa di daftarkan dalam katalog agenda internasional," ujarnya.
Baca juga: Parade Busana World Kids Carnival di Jember
Khofifah mengakui, daya tarik JFC dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM sangat besar. Selama kegiatan JFC berlangsung okupansi hotel mencapai 90 persen bahkan 100 persen. Selain itu, transportasi lokal, ojek online, penjual makanan dan minuman juga laris.
"JFC ini akan menjadi energi kreatif, inovatif dan produktif yang telah terlahir dari Bumi Jember. Selain itu, JFC akan memberikan resonansi fashion pertunjukan kelas dunia dari Indonesia. Gelaran JFC ini saya yakin dapat memberikan resonansi bagi fashion dan pertunjukan kelas dunia dari Indonesia kepada dunia," kata Khofifah usai menyaksikan JFC 2022, Senin (8/8/2022).
Khofifah berharap, JFC 2022 bisa menjadi inspirasi, inovasi dan kreatifitas dari para designer tanah air maupun dunia untuk terus melahirkan busana-busana maupun fashion yang menarik. Sebelumnya, JFC dua tahun digelar secara hybrid karena pandemi Covid-19. "Saya meminta kepada Menteri Parekraf yang hadir agar tahun depan bisa di daftarkan dalam katalog agenda internasional," ujarnya.
Baca juga: Parade Busana World Kids Carnival di Jember
Khofifah mengakui, daya tarik JFC dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM sangat besar. Selama kegiatan JFC berlangsung okupansi hotel mencapai 90 persen bahkan 100 persen. Selain itu, transportasi lokal, ojek online, penjual makanan dan minuman juga laris.
Lihat Juga :