Podcast Aksi Nyata: Perindo Sebut Kuburan Beras di Depok Akibat Hujan Adalah Hal Tak Masuk Akal

Minggu, 07 Agustus 2022 - 20:20 WIB
loading...
Podcast Aksi Nyata:...
Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Perindo Efraim Yerry Tawalujan tampil pada Podcast Aksi Nyata Perindo, Jakarta, Minggu (7/8/2022). Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Kuburan beras bantuan sosial (Bansos) di lahan Jalan Tugu Jaya, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, beberapa waktu lalu menyita perhatian publik.

Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Perindo Efraim Yerry Tawalujan mengungkapkan alasan penimbunan beras di tanah hingga membusuk akibat terkena air hujan sebagai suatu hal yang tidak masuk akal.

Menurut dia, petugas yang melaksanakan distribusi bansos berupa beras, tepung, dan telur seharusnya sudah memahami bagaimana pengaturan penyimpanan sembako tersebut.
Baca juga: Polisi Hentikan Kasus Kuburan Bansos Presiden di Depok

"Distribusi bahan pokok di truk-truk itu sudah dapat dipastikan menggunakan terpal sebagai penutup sehingga apabila busuk karena kena hujan itu tidak mungkin," ujar Yerry saat tampil sebagai narasumber Podcast Aksi Nyata Perindo, Minggu (7/8/2022).

Yerry yang pernah menjadi petugas pelayanan sosial selama 20 tahun menjelaskan pengaturan pembagian bahan pokok pasti sudah menimbang masa kedaluwarsa sembako. Khusus beras, masa kedaluwarsanya mencapai dua tahun sehingga pembusukan beras menjadi alasan yang terkesan mengada-ada.

"Kita dahulu saat hendak mendistribusikan beras pasti sudah harus bekerja sesuai SOP (Standard Operational Procedure). Kita harus tahu masa berlaku dari beras itu, bagaimana mendistribusikannya dan sebagainya sehingga aneh sekali kalau bahan-bahan pokok itu bisa membusuk sampai harus ditimbun," ungkap Yerry.

Diketahui, Podcast Aksi Nyata Perindo yang diampu oleh Herjuno Syahputra selaku pemandu dialog bertemakan Polemik Dugaan Penimbunan Bansos di Depok, Kok Bisa?

Podcast Aksi Nyata ditayangkan secara langsung via media sosial dan portal berita online yakni Instagram Partai Perindo, RCTI+, Okezone, SINDOnews.com, iNews.id, YouTube, Facebook, Twitter, serta Website Partai Perindo.

Sebelumnya, polisi menghentikan penyelidikan kasus temuan beras bansos yang dikubur di Sukmajaya, Kota Depok. Sebab, kasus tersebut tak memenuhi unsur pidana. ”Iya, kasus dihentikan,” ujar Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis di Polda Metro Jaya, Kamis (4/8/2022).
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Tegaskan Peran Strategis Polri Kawal Pembangunan
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Rekomendasi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
Berita Terkini
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
Bea Cukai Pantoloan...
Bea Cukai Pantoloan Gagalkan Peredaran 224 Ribu Batang Rokok Ilegal di Palu
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
Infografis
Jakarta Tak Masuk Daftar,...
Jakarta Tak Masuk Daftar, Berikut Kota Terkaya di Dunia 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved