Reses di Kelurahan Kunjung Mae, Kartini Dicurhati Warga Soal KIS dan KIP

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 19:48 WIB
loading...
Reses di Kelurahan Kunjung...
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Kartini, menyerap aspirasi warga di Jalan Cenderawasih Lorong 31 RT.06 RW.02 Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Sabtu (6/8/2022). Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar , Kartini kembali menampung aspirasi warga melalui kegiatan reses di Jalan Cenderawasih, Lorong 31 RT.06 RW.02 Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Sabtu (6/8/2022).

Dalam reses tersebut, Kartini menerima sejumlah keluhan masyarakat, salah satunya terkait peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI), yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Baca juga: Gelar Reses, Kartini Tampung Keluhan Masyarakat Soal Infrastruktur

Salah seorang warga mewakili keresahan warga lainnya, mengungkap sulitnya beralih dari anggota kepesertaan BPJS mandiri menjadi peserta KIS. Peralihan keanggotaan itu dirasa diperlukan lantaran sejumlah warga ada yang sudah tidak bekerja akibat dirumahkan saat pandemi Covid-19 lalu.

"Banyak yang peserta BPJS mandiri tapi sekarang tidak lagi bekerja. Jadi kesulitan bayar iuran," ungkapnya.

Selain itu, warga juga meminta agar anak-anak yang bersekolah, yang orang tuanya termasuk golongan tidak mampu, bisa difasilitasi untuk memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menanggapi hal itu, Kartini merespons keluhan warga dengan menjelaskan bahwa mekanisme peralihan dari keanggotaan BPJS mandiri menjadi peserta KIS sudah ditetapkan dalam aturan. Pekerjaan kepala keluarga dalam kartu keluarga haruslah buruh harian lepas atau tidak bekerja.

Baca juga:Warga Keluhkan Lampu dan Jalan Rusak ke Legislator Demokrat

"Terkait BPJS, ini mmg banyak dikeluhkan masyarakat. Memang persyaratan untuk pengalihan dari mandiri ke KIS, pekerjaan kepala keluarga harus buruh atau tidak bekerja, karena itu standar. Dinas Sosial tidak bisa memproses usulan kalau pekerjaan kepala keluarga bukan yang dua itu," ungkap Kartini.

Oleh karena itu, dia meminta agar warga memperbarui data kependudukannya dan segera memasukkan permohonan peralihan ke Dinas Sosial . Dirinya sendiri juga akan membantu menindaklanjuti ke pihak Dinsos untuk mempercepat pengurusan jika data warga dinilai sudah sesuai.

Perlakuan serupa pun akan diberikan kepada warga yang ingin mengurus KIP bagi anaknya. Sebab, siswa pemegang KIP haruslah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Semua itu berawal dari tingkat kelurahan dulu, baru bisa diurus. Kalau tidak terdaftar, tidak bisa diurus. Banyak kendala begitu. Mau KIP tapi tidak terdata dalam DTKS," bebernya.

Baca juga:Dewan Pesimis Pemkot Makassar Bisa Launching 100 Lorong Wisata

Lebih jauh, dia juga berjanji akan mendesak Dinas Sosial untuk segera menggelar musyawarah kelurahan. Tujuannya adalah untuk memperbarui data warga secara keseluruhan. Sehingga, data penerima bantuan tidak lagi amburadul.

"Jadi setiap RT mendata warganya. Lalu RT lapor ke RW, dan RW lapor ke kelurahan. Dari situ baru dilaksanakan musyawarah kelurahan. Hasil dari situ jadi acuan nama-nama yang berhakdapat bansos. Jadi tidak ada lagi yang protes karena semua sudah melalui proses dari tingkat paling bawah," tandas Legislator Perindo ini.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
11 Orang Ditetapkan...
11 Orang Ditetapkan Tersangka Pembakaran dan Penjarahan Gedung DPRD Makassar dan Sulsel
Deretan Bangkai Mobil...
Deretan Bangkai Mobil di Halaman Gedung DPRD Makassar setelah Diamuk Massa
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
DPRD Tetapkan Munafri-Aliyah...
DPRD Tetapkan Munafri-Aliyah Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar
50 Anggota DPRD Makassar...
50 Anggota DPRD Makassar Resmi Dilantik, 26 Wajah Baru
KIS-PBI Nonaktif Marak,...
KIS-PBI Nonaktif Marak, Komisi IX akan Panggil BPJS Kesehatan
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
2,1 Juta Peserta BPJS...
2,1 Juta Peserta BPJS PBI Reaktivasi: 1,4 Juta Alih Segmen, 388 Ribu Jadi Mandiri
2 Cara Daftar DTKS untuk...
2 Cara Daftar DTKS untuk KIP Kuliah 2025, Apa yang Perlu Disiapkan?
Rekomendasi
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved