Bikin Berita Bohong Antre 5 Jam di Bandara Ngurah Rai, Vlogger Jerman Diusir dari Bali
Senin, 01 Agustus 2022 - 10:30 WIB
loading...
Vlogger asal Jerman Sebastian Powel yang menulis berita bohong Bandara Bali menjadi mimpi buruk dengan antrean imigrasi hingga lima jam kena batunya. Dia diminta segera meninggalkan Bali. SINDOnews/Chusna
A
A
A
DENPASAR - Vlogger asal Jerman Sebastian Powel yang menulis berita bohong "Bandara Bali menjadi mimpi buruk dengan antrean imigrasi hingga lima jam" kena batunya. Dia diminta segera meninggalkan Bali.
"Yang bersangkutan pemegang visa on arrival yang tadinya 30 hari kita minta sebelum 30 hari harus meninggalkan Bali atau wilayah Indonesia," kata Kepala Kantor Hukum dan HAM Bali Anggiat Napitupulu, Senin (1/8/2022).
Menurutnya, Sebastian sampai saat ini masih berada di Bali. Vlogger internasional yang juga pelaku bisis wisata itu telah diberikan teguran oleh imigrasi.
Sebastian tiba di Bali dari Bangkok, Thailand, Jumat (29/7/2022) pukul 14.43 Wita. Dalam tulisannya di loyaltlobby.com, dia membagi pengalaman tentang panjangnya antrean di konter pemeriksaan imigrasi Bandara Ngurah Rai.
Vlogger internasional ini tidak akan merekomendasikan Bali untuk dikunjungi jika antrean berjam-jam tidak segera diatasi. Menurutnya, bukan begini cara sebuah destinasi memperlakukan wisatawan.
"Yang bersangkutan pemegang visa on arrival yang tadinya 30 hari kita minta sebelum 30 hari harus meninggalkan Bali atau wilayah Indonesia," kata Kepala Kantor Hukum dan HAM Bali Anggiat Napitupulu, Senin (1/8/2022).
Menurutnya, Sebastian sampai saat ini masih berada di Bali. Vlogger internasional yang juga pelaku bisis wisata itu telah diberikan teguran oleh imigrasi.
Sebastian tiba di Bali dari Bangkok, Thailand, Jumat (29/7/2022) pukul 14.43 Wita. Dalam tulisannya di loyaltlobby.com, dia membagi pengalaman tentang panjangnya antrean di konter pemeriksaan imigrasi Bandara Ngurah Rai.
Vlogger internasional ini tidak akan merekomendasikan Bali untuk dikunjungi jika antrean berjam-jam tidak segera diatasi. Menurutnya, bukan begini cara sebuah destinasi memperlakukan wisatawan.
Lihat Juga :