Buka Muswil ICMI di Lampung, BNPT Berkolaborasi Jaga NKRI dari Paham Radikal Terorisme

Jum'at, 29 Juli 2022 - 11:34 WIB
loading...
Buka Muswil ICMI di Lampung, BNPT Berkolaborasi Jaga NKRI dari Paham Radikal Terorisme
Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Nisan Setiadi saat (Muswil) VII ICMI Orwil Lampung di Kampus Universitas Bandar Lampung (UBL). Foto/Ist
A A A
LAMPUNG - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) berkolaborasi untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman radikalisme dan terorisme.

Hal tersebut dikatakan Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Nisan Setiadi saat Musyawarah Wilayah (Muswil) VII ICMI Orwil Lampung di Kampus Universitas Bandar Lampung (UBL), Bandar Lampung, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: BNPT Gandeng PBNU Berantas Radikalisme dan Terorisme

“Kedepan kita akan bersinergi dengan ICMI terkait dengan bagaimana menerapkan kontra narasi yang positif, membangun moderasi beragama yang baik, sehingga kita bersama membangun indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Dia menjelaskan, radikalisme dan terorisme menjadi salah satu tantangan besar yang tidak hanya mengganggu keamanan masyarakat. Namun dalam cakupan yang lebih besar merupakan ancaman potensial terhadap kedaulatan negara.

Oleh karena itu, perlu mendorong simpul-simpul organisasi untuk mampu menjadi agen perdamaian, membangun deteksi dini, mengorganisir massa, dan menumbuhkan kesadaran untuk bersama-sama melawan segala bentuk paham dan propaganda kelompok radikal terorisme.

“Dalam membangun deteksi dini dan daya tangkal inilah keterlibatan seluruh komponen bangsa sangat dibutuhkan. Organisisasi seperti ICMI yang terdiri dari para cendikiawan, akademisi, dan tokoh pendidikan yang telah berkontribusi dalam kehidupan bangsa dan negara ini,” ujar mantan Komandan Pussenarhanud Kodiklatad ini.

Baca juga: Kepala BNPT Tegaskan Pancasila Ideologi yang Paripurna

Sementara itu,Ketua Umum ICMI Prof Arif Satria yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa ICMI akan menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam menjaga NKRI.

Khususnya dari paham radikalisme dan terorisme. Karena bagi ICMI, paham radikal terorisme ini merupakan dinamika global luar biasa yang tentunya sangat berbahaya bagi keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia.

“ICMI punya komitmen besar untuk mengawal nkri, karena kita punya peran bagaimana mengawal kehdupan berbangsa dan bernegara yang sehat dan kita mengawal proses demokrasi yang menyejahterakan, bukan yang membuat polarisasi dan menghancurkan,” ujarnya.

Rektor IPB ini melanjutkan, hal ini tidak terlepas dari identitas ICMI sebagai organisasi yang memiliki identitas keislaman, keindonesiaan dan kecendekiaan.

Sehingga menjadi tugas wajib tersediri untuk turut bersama seluruh komponen bangsa untuk menjaga NKRI ini menjadi bangsa besar dan tangguh.

“ICMI punya identitas keislaman, keindonesiaan dan kecendekiaan, indonesia adalah rumah besar yang harus kita rawat dan kita jaga toleransinya, kerukunannya karena itu menjadi aset dan modal bagi kita untuk menjadi bangsa yang tangguh, bangsa yang terdepan,” katanya.

Oleh karenanya, ICMI akan terus fokusuntuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dengan 5K, yaitu Kualitas Iman, Kualitas Pikir, Kulaitas Karya, Kualitas Kerja, Kualitas Hidup. Arif juga turut berkomitmen untuk membangun sinergi dan kolaborasi dengan BNPT dalam merawat dan menjaga keutuhan NKRI.

“Kami siap dengan BNPT untuk berkolaborasi, dalam merawat dan menjaga keutuhan NKRI, jadi ini bukti komitmen kita,” tandasnya.



Sedangkan Ketua Umum ICMI Orwil Lampung, Yusuf Sulfarano Barusman menambahkan, pihaknya berkomitmen dengan cara memberikan pemahaman kepada cendekiawan yang lebih komprehensif, serta memfasilitasi dialog dan diskusi kebangsaan ke berbagai pelosok wilayah di Prov Lampung.

“Kita tentu memberikan pemahaman kepada para cendikiawan bahwa memang apa yang disampaiakan ketua umum, inikan dinamika global luar biasa, sehingga kita perlu updating kepada semua pihak dan cendikiawan supaa mereka punya pemahaman yang lebih komprehensif,” ujar Yusuf.

Pihaknya juga menyatakan siap untuk terus berusaha memfasilitasi berbagai macam dialog, diskusi kebangsaan sampai ke pelosok-pelosok Lampung.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1970 seconds (11.210#12.26)