Pimpinan Poltekkes Makassar Siapkan Sanksi Bagi Mahasiswa Penganiaya Maba
Kamis, 14 Juli 2022 - 19:17 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Pimpinan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Makassar menyiapkan sanksi bagi mahasiswa pelaku penganiayaan terhadap belasan mahasiswa baru (maba) .
Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Makassar, H Herman. Saat ini kata Herman, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan polisi.
Baca juga:Mahasiswa DO Terlibat Dalam Penganiayaan Maba Poltekkes Makassar
"Nanti akan ada sanksi sesuai dengan hukum, kami menunggu hasil pendalaman oleh pihak kepolisian sampai sejauh mana keterlibatan kepada mahasiswa yang masih aktif. Kalo terbukti kita tegas beri sanksi akademik nanti itu," tuturnya, Kamis (14/7/2022).
Sebelumnya diberitakan, belasan mahasiswa baru jadi korban kekerasan seniornya pada momentum orientasi pengenalan kampus (ospek). Kejadian itu terungkap usai salah satu korban melapor ke polisi.
Herman merasa kecolongan dengan insiden itu. Sebab kasus tersebut terjadi bukan di dalam lingkup kampus. Melainkan terjadi di luar kampus.
Menurut Herman, pihak kampus sebelum kegiatan ospek telah menyampaikan kepada seluruh panitia bahwa tidak boleh ada kekerasan selama pelaksanaan ospek.
Baca juga:Selain Diculik dan Dianiaya, Belasan Maba Poltekkes Makassar Juga Dipaksa Minum Miras
"Kejadian itu kan di luar kampus dan di luar daripada jam kegiatan kami. Artinya sudah dilaksanakan oleh oknum-oknum ini dengan mekanisme menculik di luar daripada kegiatan (ospek) kampus. Itu yang kami tidak sangka dan kami sangat sayangkan hal itu bisa terjadi," katanya.
Herman juga mengungkapkan bahwa salah satu terduga pelaku kekerasan itu adalah mahasiswa yang telah dikeluarkan dari kampus atau drop out (DO).
"Satu orang bukan mahasiswa aktif yang sudah di DO. Sisanya masih pendalaman oleh pihak kepolisian sampai sejauh mana keterlibatan mereka, ada tiga orang oknum mahasiswa (terduga pelaku) sekarang itu (dimintai keterangannya)," ungkapnya
Herman menyampaikan, telah mengungjungi korban. Menurutnya, korban dalam kondisi sehat dan baik-baik saja bahkan tak mengalami luka. Korban menurut dia juga sudah kembali mengikuti ospek di kampus.
Baca juga:Mahasiswa Senior di Poltekkes Makassar Aniaya dan Cekoki Miras Belasan Maba
"Sekarang tetap ikut (ospek di kampus) tidak ada apa-apa kami lihat mahasiswanya semuanya sehat. Kami juga sudah kunjungi rumahnya korban yang melapor sebagai tanda prihatin kami terhadap mereka dan kami lihat kondisinya baik-baik saja," tandasnya.
Herman pun menegaskan akan berusaha memutuskan mata rantai kekerasan yang mengatasnaman ospek kampus, sehingga pelaksanaan ke depan bisa lebih bagus lagi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Makassar, H Herman. Saat ini kata Herman, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan polisi.
Baca juga:Mahasiswa DO Terlibat Dalam Penganiayaan Maba Poltekkes Makassar
"Nanti akan ada sanksi sesuai dengan hukum, kami menunggu hasil pendalaman oleh pihak kepolisian sampai sejauh mana keterlibatan kepada mahasiswa yang masih aktif. Kalo terbukti kita tegas beri sanksi akademik nanti itu," tuturnya, Kamis (14/7/2022).
Sebelumnya diberitakan, belasan mahasiswa baru jadi korban kekerasan seniornya pada momentum orientasi pengenalan kampus (ospek). Kejadian itu terungkap usai salah satu korban melapor ke polisi.
Herman merasa kecolongan dengan insiden itu. Sebab kasus tersebut terjadi bukan di dalam lingkup kampus. Melainkan terjadi di luar kampus.
Menurut Herman, pihak kampus sebelum kegiatan ospek telah menyampaikan kepada seluruh panitia bahwa tidak boleh ada kekerasan selama pelaksanaan ospek.
Baca juga:Selain Diculik dan Dianiaya, Belasan Maba Poltekkes Makassar Juga Dipaksa Minum Miras
"Kejadian itu kan di luar kampus dan di luar daripada jam kegiatan kami. Artinya sudah dilaksanakan oleh oknum-oknum ini dengan mekanisme menculik di luar daripada kegiatan (ospek) kampus. Itu yang kami tidak sangka dan kami sangat sayangkan hal itu bisa terjadi," katanya.
Herman juga mengungkapkan bahwa salah satu terduga pelaku kekerasan itu adalah mahasiswa yang telah dikeluarkan dari kampus atau drop out (DO).
"Satu orang bukan mahasiswa aktif yang sudah di DO. Sisanya masih pendalaman oleh pihak kepolisian sampai sejauh mana keterlibatan mereka, ada tiga orang oknum mahasiswa (terduga pelaku) sekarang itu (dimintai keterangannya)," ungkapnya
Herman menyampaikan, telah mengungjungi korban. Menurutnya, korban dalam kondisi sehat dan baik-baik saja bahkan tak mengalami luka. Korban menurut dia juga sudah kembali mengikuti ospek di kampus.
Baca juga:Mahasiswa Senior di Poltekkes Makassar Aniaya dan Cekoki Miras Belasan Maba
"Sekarang tetap ikut (ospek di kampus) tidak ada apa-apa kami lihat mahasiswanya semuanya sehat. Kami juga sudah kunjungi rumahnya korban yang melapor sebagai tanda prihatin kami terhadap mereka dan kami lihat kondisinya baik-baik saja," tandasnya.
Herman pun menegaskan akan berusaha memutuskan mata rantai kekerasan yang mengatasnaman ospek kampus, sehingga pelaksanaan ke depan bisa lebih bagus lagi.
(luq)
Lihat Juga :