Mahasiswa DO Terlibat Dalam Penganiayaan Maba Poltekkes Makassar
Kamis, 14 Juli 2022 - 17:30 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Satu dari beberapa orang penyiksa belasan mahasiswa baru (maba) Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Makassar ternyata adalah mahasiswa drop out (DO). Hal itu dibenarkan Wakil Direktur III Poltekkes Makassar, Herman.
Herman tidak menyebut pasti identitas mahasiswa DO ini. Tapi yang bersangkutan menjelaskan, mahasiswa DO ini yang jadi pelaku pencekokan minuman keras kepada korban.
Baca juga:Selain Diculik dan Dianiaya, Belasan Maba Poltekkes Makassar Juga Dipaksa Minum Miras
"Jadi yang dicekoki minuman keras itu memang ada yang dilakukan, dan pelakunya adalah yang mahasiswa DO kami. Itu ada satu orang dan bukan mahasiswa aktif, dia sudah di DO. Sisanya masih pendalaman oleh pihak kepolisian sampai sejauh mana keterlibatan mereka. Ada 3 orang sekarang itu," tuturnya, Kamis (14/7/2022).
Sedari awal, pihak kampus telah menyampaikan kepada seluruh mahasiswa baru, terkait tidak adanya tindak kekerasan selama masa orientasi berlangsung. Namun, lanjut Herman, pihak kampus kecolongan atas peristiwa tersebut.
"Dari awal kami sudah sampaikan kepada semua mahasiswa baru, bahwa pelaksanaan ini intinya kita tidak ada kekerasan. Tapi ini suatu kecolongan buat kami yang dilakukan oleh oknum yang merupakan mahasiswa beserta kemudian dengan yang aktif ini sedang diproses," lanjut Herman.
Herman tidak menyebut pasti identitas mahasiswa DO ini. Tapi yang bersangkutan menjelaskan, mahasiswa DO ini yang jadi pelaku pencekokan minuman keras kepada korban.
Baca juga:Selain Diculik dan Dianiaya, Belasan Maba Poltekkes Makassar Juga Dipaksa Minum Miras
"Jadi yang dicekoki minuman keras itu memang ada yang dilakukan, dan pelakunya adalah yang mahasiswa DO kami. Itu ada satu orang dan bukan mahasiswa aktif, dia sudah di DO. Sisanya masih pendalaman oleh pihak kepolisian sampai sejauh mana keterlibatan mereka. Ada 3 orang sekarang itu," tuturnya, Kamis (14/7/2022).
Sedari awal, pihak kampus telah menyampaikan kepada seluruh mahasiswa baru, terkait tidak adanya tindak kekerasan selama masa orientasi berlangsung. Namun, lanjut Herman, pihak kampus kecolongan atas peristiwa tersebut.
"Dari awal kami sudah sampaikan kepada semua mahasiswa baru, bahwa pelaksanaan ini intinya kita tidak ada kekerasan. Tapi ini suatu kecolongan buat kami yang dilakukan oleh oknum yang merupakan mahasiswa beserta kemudian dengan yang aktif ini sedang diproses," lanjut Herman.
Lihat Juga :