Kasus Pelecehan Seksual, Masyarakat Diminta Lapor ke 112 dan Pos SAPA
Kamis, 14 Juli 2022 - 11:25 WIB
loading...
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Foto: Dok/MNC Portal Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Marak aksi pelecehan seksual di kendaraan umum membuat Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat mencari solusi. Adapun salah satu solusinya yakni membuat layanan call center pengaduan bila terjadi aksi pelecehan seksual.
"Kami menyiapkan call center stiker 112 termasuk ini nomor pos pelayanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA)," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kepada wartawan di Jakarta Selatan, Rabu 13 Juli 2022. Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Seksual dalam Angkot Kuningan
Tak hanya call center, Ariza menambahkan, Pemprov DKI telah menyiapkan pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di sejumlah titik seperti halte, terminal, dan lainnya.
"Jadi memang beberapa upaya kita lakukan tadi yang pertama saya sampaikan bahwa kita melakukan mitigasi, sosialisasi, menyiapkan pos-pos SAPA, mendorong para perempuan anak berani melapor, dan mengajak sopir angkot semua warga untuk berani menghadapinya bersama tidak perlu takut," tuturnya.
Ariza juga mengatakan, Pemprov DKI terus memberikan pelatihan kepada sopir baik yang tergabung di Mikrotrans maupun angkot swasta. Bahkan wacana memasang CCTV di angkot swasta masuk dalam kajian Pemprov DKI dalam hal ini Dinas Perhubungan.
"Kami juga melakukan pelatihan bagi sopir-sopir, termasuk yang keempat nanti akan disiapkan juga ke depan dalam kajian ini akan ada CCTV," ucapnya.
"Kami menyiapkan call center stiker 112 termasuk ini nomor pos pelayanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA)," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kepada wartawan di Jakarta Selatan, Rabu 13 Juli 2022. Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Seksual dalam Angkot Kuningan
Tak hanya call center, Ariza menambahkan, Pemprov DKI telah menyiapkan pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di sejumlah titik seperti halte, terminal, dan lainnya.
"Jadi memang beberapa upaya kita lakukan tadi yang pertama saya sampaikan bahwa kita melakukan mitigasi, sosialisasi, menyiapkan pos-pos SAPA, mendorong para perempuan anak berani melapor, dan mengajak sopir angkot semua warga untuk berani menghadapinya bersama tidak perlu takut," tuturnya.
Ariza juga mengatakan, Pemprov DKI terus memberikan pelatihan kepada sopir baik yang tergabung di Mikrotrans maupun angkot swasta. Bahkan wacana memasang CCTV di angkot swasta masuk dalam kajian Pemprov DKI dalam hal ini Dinas Perhubungan.
"Kami juga melakukan pelatihan bagi sopir-sopir, termasuk yang keempat nanti akan disiapkan juga ke depan dalam kajian ini akan ada CCTV," ucapnya.
Lihat Juga :