Kanwil Kumham DKI Dorong Pencatatan KI Komunal Budaya Jakarta
Rabu, 13 Juli 2022 - 21:57 WIB
loading...
Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta mendorong budaya asli Jakarta yang punya potensi ekonomi dilindungi dengan pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Ronald Lumbuun membuka Desiminasi dan Promosi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2022). Dia mendorong budaya asli yang punya potensi ekonomi dilindungi dengan pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal.
Dia mencontohkan Soto Betawi, Es Selendang Mayang, Palang Pintu Betawi, Roti Buaya, Kerak Telor, Bir Pletok, Pencak Silat, Telur Asin Rorotan, dan Ondel-Ondel. “Kanwil Kumham DKI Jakarta akan mendorong pengakuan tersebut sebagai langkah untuk merangsang pertumbuhan karya dan budaya yang inovatif di Jakarta,” ujar Ronald.
Baca juga: Kanwil Kemenkumham DKI Deklarasikan Komitmen Humanis di Lapas
Melihat potensi yang besar, Kanwil Kumham tidak bisa berkerja sendiri. Dia mengatakan, kesadaran dan kemauan dari semua pihak dalam membantu suksesnya program perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal sangatlah penting.
“Pemprov DKI, tokoh masyarakat, kelompok masyarakat Jakarta, mahasiswa dan masyarakat luas adalah mitra Kanwil Kumham DKI dalam menyukseskan perlindungan pencatatan KIK Jakarta,” katanya.
Kepala Bidang Perlindungan Kebudayaan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Novriandi mengatakan, dari sekitar 70 aset budaya asli Jakarta baru 5 yang masuk dalam pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal. “Bekerja sama terus dengan Kanwil Kumham Jakarta, dinas akan mensupport penuh agar seluruh kekayaan budaya yang ada segera tercatatkan,” ujarnya.
Dia mencontohkan Soto Betawi, Es Selendang Mayang, Palang Pintu Betawi, Roti Buaya, Kerak Telor, Bir Pletok, Pencak Silat, Telur Asin Rorotan, dan Ondel-Ondel. “Kanwil Kumham DKI Jakarta akan mendorong pengakuan tersebut sebagai langkah untuk merangsang pertumbuhan karya dan budaya yang inovatif di Jakarta,” ujar Ronald.
Baca juga: Kanwil Kemenkumham DKI Deklarasikan Komitmen Humanis di Lapas
Melihat potensi yang besar, Kanwil Kumham tidak bisa berkerja sendiri. Dia mengatakan, kesadaran dan kemauan dari semua pihak dalam membantu suksesnya program perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal sangatlah penting.
“Pemprov DKI, tokoh masyarakat, kelompok masyarakat Jakarta, mahasiswa dan masyarakat luas adalah mitra Kanwil Kumham DKI dalam menyukseskan perlindungan pencatatan KIK Jakarta,” katanya.
Kepala Bidang Perlindungan Kebudayaan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Novriandi mengatakan, dari sekitar 70 aset budaya asli Jakarta baru 5 yang masuk dalam pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal. “Bekerja sama terus dengan Kanwil Kumham Jakarta, dinas akan mensupport penuh agar seluruh kekayaan budaya yang ada segera tercatatkan,” ujarnya.
Lihat Juga :