Pelaku Cabul Bocah 8 Tahun di Jaksel Masih Berkeliaran, Begini Kata Kak Seto
Sabtu, 09 Juli 2022 - 10:29 WIB
loading...
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi.Foto/MPI/Ari Sandita Murti
A
A
A
JAKARTA - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) , Seto Mulyadi mendatangi Polres Jakarta Selatan guna menanyakan perkembangan dugaan kasus pencabulan yang dialami bocah berusia 8 tahun, FR oleh sopir taksi. Pasalnya, pelaku hingga kini masih belu ditangkap polisi.
"Mereka sangat serius untuk mengejar pelakunya, kami juga menitipkan supaya ini betul-betul bisa dengan segala cara ditangkap. Jadi, Polres Jaksel sangat serius untuk segera menangkap pelakunya yang memang masih kabur," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini pada wartawan, Sabtu (9/7/2022).
Menurutnya, setelah bertemu dengan Kanit PPA Satreskim Polres Jakarta Selatan, polisi diketahui masih berupaya mengungkap kasus-kasus yang menyangkut kekerasan anak, tak terkecuali kasus yang menimpa FR.
Kak Seto pun akan mendatangi rumah korban guna melihat kondisi bocah tersebut. Baca: Pria 50 Tahun Cabuli Bocah Perempuan di Kebayoran Lama
Pasalnya, kata dia, korban disebut-sebut mengalami trauma pasca-dugaan pencabulan itu beberapa waktu lalu. Nantinya, pihaknya pun berniat mendatangi dinas terkait agar mau menurunkan timnya dalam menangani psikologis korban.
"Mereka sangat serius untuk mengejar pelakunya, kami juga menitipkan supaya ini betul-betul bisa dengan segala cara ditangkap. Jadi, Polres Jaksel sangat serius untuk segera menangkap pelakunya yang memang masih kabur," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini pada wartawan, Sabtu (9/7/2022).
Menurutnya, setelah bertemu dengan Kanit PPA Satreskim Polres Jakarta Selatan, polisi diketahui masih berupaya mengungkap kasus-kasus yang menyangkut kekerasan anak, tak terkecuali kasus yang menimpa FR.
Kak Seto pun akan mendatangi rumah korban guna melihat kondisi bocah tersebut. Baca: Pria 50 Tahun Cabuli Bocah Perempuan di Kebayoran Lama
Pasalnya, kata dia, korban disebut-sebut mengalami trauma pasca-dugaan pencabulan itu beberapa waktu lalu. Nantinya, pihaknya pun berniat mendatangi dinas terkait agar mau menurunkan timnya dalam menangani psikologis korban.
Lihat Juga :