Suhartina Siap Jadikan Mallawa Kota Penghasil Kopi Andalan di Maros
Kamis, 07 Juli 2022 - 17:21 WIB
loading...
Wakil Bupati Maros, Suhartina saat menghadiri penyerahan dan penanaman perdana bantuan bibit kopi di Desa Barugae, Kamis (7/7/2022). Foto: SINDOnews/Najmi S Limonu
A
A
A
MAROS - Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari berencana menetapkan Kecamatan Mallawa sebagai kota kopi di Kabupaten Maros.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri penyerahan dan penanaman perdana bantuan bibit kopi oleh Dinas Pertanian Sulsel kepada kelompok tani Mattiro Walie, di Desa Barugae, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Kamis(7/6/2022) siang.
Baca juga:Pembongkaran Penjara Baharder Huis Van Berawing Maros Diprotes
Saat bertemu para petani, Suhartina mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian sudah memfasilitasi petani dengan membentuk asosiasi petani kopi. Begitu pun dengan berbagai progres item yang akan dicapai, dengan kesepakatan bersama.
"Saya melihat Maros itu 14 kecamatan, dengan visi misi kami bahwa kemarin itu setiap desa harus punya satu komodistas unggulan, sehingga saya menetapkan bahwa Mallawa sebagai kota kopi khusus Kabupaten Maros," katanya.
Ia melanjutkan, bagi siapa pun nantinya yang ingin menikmati kopi di Maros, wajib ke Kecamatan Mallawa yang sebentar lagi juga akan dijadikan sebagai objek wisata kopi, kebun kopi, dan menjadi sarana edukasi kopi masyarakat yang ingin mempelajari terkait kopi secara detail.
"Alhamdulillah hari ini dapat bantuan lagi dari provinsi untuk kopinya saya sangat berterimakasih. Mudah-mudahan bibit kopi yang disalurkan hari ini, tahun depan sudah bisa kita nikmati kopinya," terangnya.
Melalui pertemuan ini, Suhartina pun berpesan agar sebelum bibit kopi tersebut berbuah, sebisa mungkin para petani dibina terlebih dahulu. Sehingga, nanti pada saat memasuki masa panen bisa menikmati hasil yang maksimal.
Baca juga:Pemkab Maros Pusatkan Salat Idul Adha di Lapangan Pallantikang
Sejauh ini yang menjadi kendala dalam progres budi daya tanaman kopi Bentenge ini adalah sumber daya manusia yang masih belum mahir.
"Kendalanya sejauh ini ada di SDM skillnya yang nanti akan diasah, harus menjadi skala prioritas," tambahnya.
Pada penanaman perdana bantuan bibit kopi ini, Dinas Pertanian Provinsi Sulsel menyerahkan 149 ribu pohon dengan luas tanam 149 hektare, terbagi di dua lokasi yakni Kecamatan Mallawa dan Tompobulu.
Sementara itu Ketua Asosiasi Petani Kopi Mallawa, Murdin mengatakan, jenis kopi yang lebih berpotensi untuk dibudidayakan adalah jenis kopi robusta.
"Kalau yang lebih potensi adalah jenis kopi robusta karena kan topografinya di bawah 1000 meter, jadi kalau arabica bukan berarti tidak cocok cuma mungkin perlu perawatan khusus," katanya.
Baca juga:Ikut Latsar, 78 CPNS Luwu Dibentuk Jadi Individu Profesional dan Berkarakter
Sejauh ini jenis kopi yang sudah dibudidayakan oleh petani di Kecamatan Mallawa ada 3 varietas unggul, yaitu rabica, robusta dan liberika.
"Cuma yang kita lihat dari segi potensinya memang paling bagus itu robusta, jenis kopi ini dipupuk atau tidak dipupuk tetap berbuah setiap tahunnya," ujar Ketua Asosiasi Petani Kopi Mallawa.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri penyerahan dan penanaman perdana bantuan bibit kopi oleh Dinas Pertanian Sulsel kepada kelompok tani Mattiro Walie, di Desa Barugae, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Kamis(7/6/2022) siang.
Baca juga:Pembongkaran Penjara Baharder Huis Van Berawing Maros Diprotes
Saat bertemu para petani, Suhartina mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian sudah memfasilitasi petani dengan membentuk asosiasi petani kopi. Begitu pun dengan berbagai progres item yang akan dicapai, dengan kesepakatan bersama.
"Saya melihat Maros itu 14 kecamatan, dengan visi misi kami bahwa kemarin itu setiap desa harus punya satu komodistas unggulan, sehingga saya menetapkan bahwa Mallawa sebagai kota kopi khusus Kabupaten Maros," katanya.
Ia melanjutkan, bagi siapa pun nantinya yang ingin menikmati kopi di Maros, wajib ke Kecamatan Mallawa yang sebentar lagi juga akan dijadikan sebagai objek wisata kopi, kebun kopi, dan menjadi sarana edukasi kopi masyarakat yang ingin mempelajari terkait kopi secara detail.
"Alhamdulillah hari ini dapat bantuan lagi dari provinsi untuk kopinya saya sangat berterimakasih. Mudah-mudahan bibit kopi yang disalurkan hari ini, tahun depan sudah bisa kita nikmati kopinya," terangnya.
Melalui pertemuan ini, Suhartina pun berpesan agar sebelum bibit kopi tersebut berbuah, sebisa mungkin para petani dibina terlebih dahulu. Sehingga, nanti pada saat memasuki masa panen bisa menikmati hasil yang maksimal.
Baca juga:Pemkab Maros Pusatkan Salat Idul Adha di Lapangan Pallantikang
Sejauh ini yang menjadi kendala dalam progres budi daya tanaman kopi Bentenge ini adalah sumber daya manusia yang masih belum mahir.
"Kendalanya sejauh ini ada di SDM skillnya yang nanti akan diasah, harus menjadi skala prioritas," tambahnya.
Pada penanaman perdana bantuan bibit kopi ini, Dinas Pertanian Provinsi Sulsel menyerahkan 149 ribu pohon dengan luas tanam 149 hektare, terbagi di dua lokasi yakni Kecamatan Mallawa dan Tompobulu.
Sementara itu Ketua Asosiasi Petani Kopi Mallawa, Murdin mengatakan, jenis kopi yang lebih berpotensi untuk dibudidayakan adalah jenis kopi robusta.
"Kalau yang lebih potensi adalah jenis kopi robusta karena kan topografinya di bawah 1000 meter, jadi kalau arabica bukan berarti tidak cocok cuma mungkin perlu perawatan khusus," katanya.
Baca juga:Ikut Latsar, 78 CPNS Luwu Dibentuk Jadi Individu Profesional dan Berkarakter
Sejauh ini jenis kopi yang sudah dibudidayakan oleh petani di Kecamatan Mallawa ada 3 varietas unggul, yaitu rabica, robusta dan liberika.
"Cuma yang kita lihat dari segi potensinya memang paling bagus itu robusta, jenis kopi ini dipupuk atau tidak dipupuk tetap berbuah setiap tahunnya," ujar Ketua Asosiasi Petani Kopi Mallawa.
(luq)
Lihat Juga :