Warga Kelapa Gading Pertanyakan Pembangunan Rukan ke Wali Kota Jakut
Kamis, 25 Juni 2020 - 20:19 WIB
loading...
Sejumlah warga perumahan Bukit Gading Mediterania, Kelurahan Kelapa Gading Barat, mendatangi kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (25/6/2020) pagi. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah warga perumahan Bukit Gading Mediterania, Kelurahan Kelapa Gading Barat, mendatangi kantor Wali Kota Jakarta Utara , Kamis (25/6/2020) pagi. Kedatangan warga untuk menanyakan terkait rencana pengembang membangun kompleks rukan tepat di tengah area permukiman mereka.
Salah satu perwakilan warga, Setiadi mengatakan, dirinya bersama warga Bukit Gading Mediterania menolak pembangunan rukan di tengah kompleks. Menurut dia rencana pembangunan itu sangat mengganggu warga.
"Kalau sudah ada rukan, jalanan kami otomatis jadi jalan umum, semua kendaraan bebas melintas, yang pada akhirnya menyebabkan kemacetan. Sementara jalan sudah tidak mungkin diperluas," kata Setiadi.
Setiadi bersama warga diterima pejabat Pemkot Jakarta Utara di Ruang Rapat Sekretaris Kota. Selama satu jam lebih mereka menyampaikan berbagai masalah yang dihadapi. Termasuk mengklarifikasi karena tindakan pengembang ini seakan difasilitasi pemerintah.
Lahan yang dipakai untuk rukan itu, kata Setiadi adalah bekas lokasi Casablanca Club, pusat kebugaran yang dibangun pengembang sebagai fasilitas untuk warga kompleks. Untuk itu, warga merasa ditipu ketika fasilitas itu ditutup dan kini lahannya dialihfungsikan untuk rukan yang hanyakan menguntungkan pengembang.
Salah satu perwakilan warga, Setiadi mengatakan, dirinya bersama warga Bukit Gading Mediterania menolak pembangunan rukan di tengah kompleks. Menurut dia rencana pembangunan itu sangat mengganggu warga.
"Kalau sudah ada rukan, jalanan kami otomatis jadi jalan umum, semua kendaraan bebas melintas, yang pada akhirnya menyebabkan kemacetan. Sementara jalan sudah tidak mungkin diperluas," kata Setiadi.
Setiadi bersama warga diterima pejabat Pemkot Jakarta Utara di Ruang Rapat Sekretaris Kota. Selama satu jam lebih mereka menyampaikan berbagai masalah yang dihadapi. Termasuk mengklarifikasi karena tindakan pengembang ini seakan difasilitasi pemerintah.
Lahan yang dipakai untuk rukan itu, kata Setiadi adalah bekas lokasi Casablanca Club, pusat kebugaran yang dibangun pengembang sebagai fasilitas untuk warga kompleks. Untuk itu, warga merasa ditipu ketika fasilitas itu ditutup dan kini lahannya dialihfungsikan untuk rukan yang hanyakan menguntungkan pengembang.
Lihat Juga :