Bangun SDM Unggul, Pemkab Gowa Canangkan Program 1 Desa 1 Sarjana
Jum'at, 01 Juli 2022 - 16:56 WIB
loading...
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berbicara di Rapat Koordinasi Sinkronisasi dan Harmonisasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Foto: Humas Pemkab Gowa
A
A
A
GOWA - Pemerintah Kabupaten Gowa mencanangkan program satu desa satu sarjana. Program ini dihadirkan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, program ini untuk mewujudkan Kabupaten Gowa yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Baca juga:Lantik 23 Pejabat Baru, Bupati Gowa Harap Bekerja Sesuai Perkembangan Zaman
“Saya selalu mengatakan bahwa kekayaan suatu bangsa dan daerah itu tidak ditentukan karena sumber daya alamnya. Tetapi kekayaan suatu daerah dan bangsa itu ditentukan dari sumber daya manusianya,” kata Adnan saat membuka Rapat Koordinasi dalam Rangka Sinkronisasi dan Harmonisasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Gowa, Jumat (1/6/2022).
Menurut Adnan, daerah dan bangsa yang memiliki SDM yang baik pasti akan maju. Banyak contoh negara yang tidak memiliki SDA yang banyak, namum mampu menjadi negara maju karena membangun SDM yang baik, unggul dan berkualitas.
“Seperti Singapura yang tidak memiliki SDA yang cukup. Tetapi kenapa Singapura bisa maju?. Karena dia mempersiapkan dan membangun SDMnya,” ungkapnya.
Baca juga:Respons UU HKPD, Adnan Soroti Belanja Pegawai dan Mandatory
Adnan melanjutkan, membangun SDM sangat berbeda dengan membangun infrastruktur. Membangun infrastruktur hasilnya bisa langsung kelihatan dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan, tetapi membangun SDM adalah investasi jangka panjang hasilnya bisa dirasakan 15 hingga 20 tahun ke depan.
Sekretaris Jendral Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia ini mengatakan, SDM yang baik dan unggul harus dipersiapkan dari sekarang. Apalagi Indonesia menuju Indonesia Emas yang diperkirakan pada tahun 2045.
“Salah satu indikator Indonesia Emas 2045 adalah bonus demografi, di mana usia produktif lebih besar dibandingkan usia yang non produktif. Artinya akan lebih banyak anak mudanya. Kalau lebih banyak anak mudanya, maka harus dipersiapkan dari sekarang,” ujarnya.
Baca juga:Pemkab Gowa Ajak MUI Bersinergi Bangun SDM yang Beriman dan Bertakwa
Olehnya itu, Adnan berharap dukungan dari para kepala desa dan lurah untuk menyukseskan program ini agar Kabupaten Gowa bisa memiliki SDM yang baik dan bisa membawa daerah, bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik. Nantinya setiap desa dan kelurahan akan mengirim anak berprestasi untuk kuliah di univeristas yang telah diajak kerja sama menggunakan dana desa dan dana kelurahan.
“Kita menggandeng desa dan kelurahan karena kita tahu di desa maupun kelurahan ini banyak sekali anak-anak berprestasi yang hebat dan pintar tetapi tidak punya biaya untuk berkuliah. Itulah yang harus kita pikirkan. Mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai UUD 1945 menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pedidikan Kabupaten Gowa , Ulfa Tenri Batari menyebutkan, untuk tahun ajaran 2022/2023 Pemkab Gowa akan menggandeng lima perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.
Baca juga:Wabup Gowa Minta Jamaah Calon Haji Jaga Kebersamaan di Tanah Suci
“Dari 22 universitas negeri maupun swasta yang ada di Sulawesi Selatan, ada lima universitas yang bersedia untuk bersama dengan kita di tahun akademik 2022/2023. Ada tiga universitas negeri dan dua universitas swasta,” ungkapnya.
Kelima universitas tersebut yaitu, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM) , Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan Universita Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, program ini untuk mewujudkan Kabupaten Gowa yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Baca juga:Lantik 23 Pejabat Baru, Bupati Gowa Harap Bekerja Sesuai Perkembangan Zaman
“Saya selalu mengatakan bahwa kekayaan suatu bangsa dan daerah itu tidak ditentukan karena sumber daya alamnya. Tetapi kekayaan suatu daerah dan bangsa itu ditentukan dari sumber daya manusianya,” kata Adnan saat membuka Rapat Koordinasi dalam Rangka Sinkronisasi dan Harmonisasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Gowa, Jumat (1/6/2022).
Menurut Adnan, daerah dan bangsa yang memiliki SDM yang baik pasti akan maju. Banyak contoh negara yang tidak memiliki SDA yang banyak, namum mampu menjadi negara maju karena membangun SDM yang baik, unggul dan berkualitas.
“Seperti Singapura yang tidak memiliki SDA yang cukup. Tetapi kenapa Singapura bisa maju?. Karena dia mempersiapkan dan membangun SDMnya,” ungkapnya.
Baca juga:Respons UU HKPD, Adnan Soroti Belanja Pegawai dan Mandatory
Adnan melanjutkan, membangun SDM sangat berbeda dengan membangun infrastruktur. Membangun infrastruktur hasilnya bisa langsung kelihatan dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan, tetapi membangun SDM adalah investasi jangka panjang hasilnya bisa dirasakan 15 hingga 20 tahun ke depan.
Sekretaris Jendral Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia ini mengatakan, SDM yang baik dan unggul harus dipersiapkan dari sekarang. Apalagi Indonesia menuju Indonesia Emas yang diperkirakan pada tahun 2045.
“Salah satu indikator Indonesia Emas 2045 adalah bonus demografi, di mana usia produktif lebih besar dibandingkan usia yang non produktif. Artinya akan lebih banyak anak mudanya. Kalau lebih banyak anak mudanya, maka harus dipersiapkan dari sekarang,” ujarnya.
Baca juga:Pemkab Gowa Ajak MUI Bersinergi Bangun SDM yang Beriman dan Bertakwa
Olehnya itu, Adnan berharap dukungan dari para kepala desa dan lurah untuk menyukseskan program ini agar Kabupaten Gowa bisa memiliki SDM yang baik dan bisa membawa daerah, bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik. Nantinya setiap desa dan kelurahan akan mengirim anak berprestasi untuk kuliah di univeristas yang telah diajak kerja sama menggunakan dana desa dan dana kelurahan.
“Kita menggandeng desa dan kelurahan karena kita tahu di desa maupun kelurahan ini banyak sekali anak-anak berprestasi yang hebat dan pintar tetapi tidak punya biaya untuk berkuliah. Itulah yang harus kita pikirkan. Mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai UUD 1945 menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pedidikan Kabupaten Gowa , Ulfa Tenri Batari menyebutkan, untuk tahun ajaran 2022/2023 Pemkab Gowa akan menggandeng lima perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.
Baca juga:Wabup Gowa Minta Jamaah Calon Haji Jaga Kebersamaan di Tanah Suci
“Dari 22 universitas negeri maupun swasta yang ada di Sulawesi Selatan, ada lima universitas yang bersedia untuk bersama dengan kita di tahun akademik 2022/2023. Ada tiga universitas negeri dan dua universitas swasta,” ungkapnya.
Kelima universitas tersebut yaitu, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM) , Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan Universita Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
(luq)
Lihat Juga :