Tak Punya Izin Terbang, Pesawat Asing Dipaksa Mendarat di Lanud Soewondo Medan

Kamis, 30 Juni 2022 - 14:43 WIB
loading...
Tak Punya Izin Terbang,...
Satu unit pesawat asing dipaksa mendarat oleh TNI Angkatan Udara di Lapangan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Sumatera Utara (Sumut) Kamis (30/6/2022) siang. Foto SINDOnews
A A A
MEDAN - Satu unit pesawat asing dipaksa mendarat oleh TNI Angkatan Udara di Lapangan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Kamis (30/6/2022) siang.Pesawat asing itu awalnya terlacak di radar milik Komando Operasi Udara I/Medan. Setelah dilakukan sejumlah pemeriksaan dan verifikasi, diketahui pesawat yang kemudian diberi kode 'Lasa X' itu tidak memiliki izin melintas/terbang di wilayah udara Indonesia.

Komando TNI AU kemudian mengerahkan dua unit pesawat tempur F16 dari skadron 16 Lanud Pekanbaru untuk mengejar pesawat tersebut. Pesawat itu lalu dicegat (intercept) dan dipaksa mendarat di Lanud Soewondo.



Sesaat setelah mendarat di Lanud Soewondo, pesawat itu dikawal ketat oleh personel bersenjata lengkap hingga ke areal steril di apron Lanud Soewondo. Baca juga: Pesawat Antariksa Misterius Militer AS Hampir Cetak Rekor Penerbangan Orbit Terlama

Setelah berada di areal steril, petugas gabungan dari 12 institusi kementerian dan lembaga yang terdiri dari Polisi Militer Angkatan Udara, Petugas Bea Cukai, Petugas Imigrasi dan Karantina, serta dari Kementerian Perhubungan, secara bergantian melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan fisik dari awak kabin, penumpang serba barang bawaan mereka.

Dari hasil pemeriksaan, petugas berhasil menemukan seorang penumpang yang dalam kondisi tidak sehat serta seorang penumpang yang membawa narkotika.

Penumpang yang sakit langsung dievakuasi ke RS Angkatan Udara Medan sementara penumpang yang kedapatan membawa narkoba dibawa untuk mengikuti proses hukum lanjutan. Awak kabin yang terlibat dalam penerbangan itu juga menjalani pemeriksaan karena melanggar ketentuan penerbangan di Indonesia.

Namun semua itu bukanlah kejadian sebenarnya. Peristiwa itu adalah simulasi penurunan paksa (force down) yang dilaksanakan TNI Angkatan Udara di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan.

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional, Marsekal Muda Novyan Samyoga, mengatakan simulasi ini merupakan latihan bagi seluruh petugas dari 12 instansi kementerian dan lembaga yang terlibat apabila ke depannya terjadi situasi yang menuntut dilakukannya pemaksaan mendarat atas pesawat asing.

"Jadi jika ke depan terjadi lagi, kita dari masing-masing instansi tidak lagi gamang dan sudah tahu apa yang harus kita buat masing-masing. Masing-masing sudah tahu prosedur standar operasi (SOP)-nya," kata Novyan. Baca juga: NASA Targetkan Pesawat Europa Clipper Menabrak Ganymede Bulan Terbesar di Tata Surya

Novyan menjelaskan peristiwa pemaksaan mendarat pada pesawat asing pertama kali terjadi pada pesawat kargo Ethiopian Air di 2019 lalu. Saat itu setelah pendaratan paksa, justru terjadi kesalahan penanganan. Penanganan menjadi berlarut-larut karena semuanya saling menunggu."Sekarang sudah ada kesepakatan bersama lintas instansi terkait SOP dan hari ini kita latihan sedemikian rupa," pungkasnya.

Novyan menegaskan pemaksaan mendarat terhadap pesawat asing, merupakan salah satu opsi yang bisa diambil terhadap pesawat asing yang tidak memiliki izin terbang dan dianggap membahayakan. Opsi lain adalah pengusiran hingga penghancuran terhadap pesawat asing itu juga bisa dilakukan.

"Kalau kejadiannya di areal perbatasan, kita usir. Kalau sudah berada di dalam, kita paksa mendarat. Tapi kalau dalam kondisi pedang bukan tidak mungkin dihancurkan. Tapi tentunya dengan beragam pertimbangan," tukasnya.

Sementara untuk memastikan wilayah Udara Indonesia bebas dari masuknya pesawat asing, Komando Pertahanan Udara Nasional sudah menyiagakan pesawat tempur di tiga lokasi yang tersebar di wilayah barat, tengah dan timur Indonesia.

Di wilayah barat ditempatkan di Lanud Pekanbaru, wilayah tengah di Lanud Iswahyudi dan di wilayah timur di Lanud Makasar."Butuh sekitar 15 menit bagi pesawat-pesawat kita untuk mencapai titik pengejaran jika ada pesawat asing yang masuk ke wilayah udara nasional kita. Itu mulai dari persiapan terbang hingga pengejaran ke lokasi pesawat asing tersebut," tandasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tongkat Komando Lanud...
Tongkat Komando Lanud Manuhua Biak Beralih ke Kolonel Rohmat Kusmayadi
Lanud Supadio Kerahkan...
Lanud Supadio Kerahkan Super Puma Cari Helikopter PK-CFX yang Hilang di Sekadau Kalbar
Rayakan 50 Ribu Penumpang,...
Rayakan 50 Ribu Penumpang, FlyJaya Buka Rute Morowali dan Tambah 3 Armada ATR 72
Srikandi Langit Angkatan...
Srikandi Langit Angkatan Udara: Jejak Langkah Letda Tek Qorina Menembus Awan
Pesawat Smart Air Ditembaki...
Pesawat Smart Air Ditembaki di Papua, 13 Penumpang termasuk 1 Balita Selamat
Kronologi Penembakan...
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua yang Tewaskan 2 Pilot
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Rekomendasi
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Berita Terkini
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved