Seminar TNI Rekomendasikan Perubahan Doktrin Kartika Eka Paksi, Ini Kata KSAD Jenderal Dudung

Selasa, 28 Juni 2022 - 21:53 WIB
loading...
Seminar TNI Rekomendasikan...
KSAD Jendral TNI Dudung Abdurachman saat penutupan Seminar Nasional TNI AD di Sesko AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (28/6/2022). Foto: Istimewa
A A A
BANDUNG - TNI Angkatan Darat (AD) akan melakukan uji petik terhadap perubahan doktrin Kartika Eka Paksi (KEP). Hal itu merupakan rekomendasi yang dihasilkan dari Seminar Nasional TNI AD VI Tahun 2022 di Seskoad.

"Seminar ini telah menghasilkan beberapa rekomendasi dan telah mendapatkan hasil yang diharapkan," kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat penutupan Seminar Nasional TNI AD di Sesko AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (28/6/2022).

Baca juga: Ini Alasan Jenderal Dudung Ingin TNI AD Revisi Doktrin Kartika Eka Paksi

Menurut dia, rekomendasi itu nantinya akan dilakukan uji petik atau teori tahap satu hingga tahap tiga. Uji teori akan dilakukan oleh tim Mabes AD untuk dibahas dan dikaji berdasarkan kondisi saat ini dan ke depan.

Dalam uji teori itu bisa terjadi perubahan karena akan dipertimbangkan berdasarkan kondisi di lapangan dan kultur TNI AD.



Jenderal Dudung mengapresiasi atas rekomendasi yang dihasilkan dari seminar ini. Dia menilai, konsep yang dikembangkan dari rekomendasi ini sudah sangat bagus. Apalagi rekomendasi tersebut dihasilkan dari penelitian dan masukan dari berbagai pihak yang kompeten.

“Saya minta doa restu agar doktrin ini bisa selesai. Rekomendasi ini akan menghasilkan semangat baru bagi anggota TNI, terutama menghadapi masalah teritorial. Konsepnya adalah AD selalu bersama rakyat, " tegas dia.

Baca juga: Jenderal Dudung Instruksikan Dansat Lakukan 5 Hal Penting Ini saat Bertugas

Sebelumnya, Jendral Dudung menyebutkan, salah satu yang perlu direvisi adalah doktrin operasi militer matra darat yang diadopsi hingga saat ini masih terfokus pada bagaimana melakukan operasi untuk menangkal dan menghadapi musuh dari luar (eksternal), serta ancaman yang berasal dari internal, baik yang berdiri sendiri, maupun merupakan proxy dari kepentingan asing, belum sepenuhnya terwadahi dengan baik.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan perspektif yang luas dan komprehensif, revisi doktrin tersebut dilakukan dengan pengkajian yang kritis disertai pemikiran-pemikiran holistik, integral dan komprehensif dari berbagai aspek. Termasuk TNI AD mengundang banyak kalangan untuk terlibat dalam seminar ini.

"Semoga melalui kegiatan ini, kita dapat mencapai sasaran yang diinginkan, yaitu untuk menyelaraskan doktrin operasi militer di Angkatan Darat sebagai doktrin turunan dengan doktrin induknya, yaitu doktrin Kartika Eka Paksi," bebernya.

Baca juga: Bicara di Seminar TNI AD soal Kesiapan Prajurit Jaga Kedaulatan, Prabowo: Kita Tidak Bisa Buang Waktu!

Menurut dia, revisi yang dilakukan pada doktrin KEP didasarkan pada perkembangan era globalisasi dan tantangan tugas saat ini dan di masa yang akan datang.

Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi adalah doktrin strategis yang menempati posisi tertinggi di lingkungan TNI AD. Namun, perlu dipahami bahwa doktrin sebagai suatu ajaran atau prinsip, bukanlah sebuah dogma seperti kitab suci agama, melainkan bersifat dinamis, fleksibel dan perlu terus dievaluasi penerapannya.

"Substansi doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi dituntut bersifat adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis, sehingga ajarannya selalu dapat disesuaikan, tanpa kehilangan kekhasannya sebagai ciri utama kekuatan matra darat,” tandasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Rekomendasi
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved