Anggota DPR RI Gagas Program Padat Karya di Depo Perkeretaapian Maros
Sabtu, 25 Juni 2022 - 21:05 WIB
loading...
Anggota DPR RI, Muhammad Aras saat berada di Depo Perkeretaapian Maros, Sabtu (25/6/2022). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Aras melakukan kunjungan kerja di Depo Perkeretaapian, Kabupaten Maros, Sabtu (25/6/2022).
Dalam kunjungan kerjanya ini, Aras menggagas program padat karya. Program ini menjadi salah satu prioritas nasional tahun 2022 yang tengah digenjot pemerintah, karena manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Baca juga: Duh! Fasum Pemkot Makassar Terdampak Lahan Kereta Api
Dia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengawal program padat karya ini.Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meninjau program padat karya prasarana perkeretaapian di Desa Pallantikang.
"Program ini untuk memberdayakan masyarakat sekitar, jadi bukan hanya masyarakat luas yang menikmati tapi juga masyarakat lokal sekitar rel kereta,” katanya.
Dia menuturkan, sebanyak 45 pekerja terlibat dalam program padat karya tersebut selama enam hari.
Pekerjaan padat karya ini sekaligus untuk membantu ekonomi warga setempat. Karena, semua yang telah dibangun harus dirawat. Penyelenggaraan program padat karya di sektor transportasi berupa pemeliharaan depo.
Baca juga: 7 Stasiun Kereta Api di Sulsel Ditarget Rampung pada Juli 2022
“Kita menggunakan masyarakat lokal karena ke depannya kan mereka yang akan menjaga depo ini 24 jam, jadi mereka juga harus rasakan manfaatnya,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Balai Perkeretaapian Sulsel, Ammana Gappa, mengatakan, saat ini progres untuk kereta api rute Maros-Barru telah 90 persen.
“Kita targetkan bulan Oktober kereta api rute Maros-Barru beroperasi,” ujarnya.
Bulan Oktober kata dia, jalur tersebut sudah dapat melayani angkutan KA penumpang perintis dengan tujuan Stasiun Maros ke Stasiun Barru pulang-pergi.
Selain sebagai angkutan perintis, KA Maros-Barru juga akan difungsikan sebagai kereta wisata.
Baca juga: Diklaim Hampir Rampung, Pembebasan Lahan KA Trans Sulawesi Masih Bermasalah
Nantinya, kereta tersebut akan menuju sejumlah objek wisata yang potensial di Sulsel. Beberapa kawasan wisata tersebut seperti di daerah Kabupaten Barru dan desa wisata Rammang-Rammang.
Pembebasan lahan yang terus jadi masalah sejak 2015 diklaim sudah tuntas. "Warga Maros itu mendukung, saat ini kendala juga sudah tidak ada tinggal pengambilan dananya saja," tutupnya.
Dalam kunjungan kerjanya ini, Aras menggagas program padat karya. Program ini menjadi salah satu prioritas nasional tahun 2022 yang tengah digenjot pemerintah, karena manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Baca juga: Duh! Fasum Pemkot Makassar Terdampak Lahan Kereta Api
Dia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengawal program padat karya ini.Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meninjau program padat karya prasarana perkeretaapian di Desa Pallantikang.
"Program ini untuk memberdayakan masyarakat sekitar, jadi bukan hanya masyarakat luas yang menikmati tapi juga masyarakat lokal sekitar rel kereta,” katanya.
Dia menuturkan, sebanyak 45 pekerja terlibat dalam program padat karya tersebut selama enam hari.
Pekerjaan padat karya ini sekaligus untuk membantu ekonomi warga setempat. Karena, semua yang telah dibangun harus dirawat. Penyelenggaraan program padat karya di sektor transportasi berupa pemeliharaan depo.
Baca juga: 7 Stasiun Kereta Api di Sulsel Ditarget Rampung pada Juli 2022
“Kita menggunakan masyarakat lokal karena ke depannya kan mereka yang akan menjaga depo ini 24 jam, jadi mereka juga harus rasakan manfaatnya,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Balai Perkeretaapian Sulsel, Ammana Gappa, mengatakan, saat ini progres untuk kereta api rute Maros-Barru telah 90 persen.
“Kita targetkan bulan Oktober kereta api rute Maros-Barru beroperasi,” ujarnya.
Bulan Oktober kata dia, jalur tersebut sudah dapat melayani angkutan KA penumpang perintis dengan tujuan Stasiun Maros ke Stasiun Barru pulang-pergi.
Selain sebagai angkutan perintis, KA Maros-Barru juga akan difungsikan sebagai kereta wisata.
Baca juga: Diklaim Hampir Rampung, Pembebasan Lahan KA Trans Sulawesi Masih Bermasalah
Nantinya, kereta tersebut akan menuju sejumlah objek wisata yang potensial di Sulsel. Beberapa kawasan wisata tersebut seperti di daerah Kabupaten Barru dan desa wisata Rammang-Rammang.
Pembebasan lahan yang terus jadi masalah sejak 2015 diklaim sudah tuntas. "Warga Maros itu mendukung, saat ini kendala juga sudah tidak ada tinggal pengambilan dananya saja," tutupnya.
(luq)
Lihat Juga :