Fantastis! Warga Indonesia Belanjakan Uang Rp29,6 Triliun Per Tahun untuk Game
Kamis, 23 Juni 2022 - 20:54 WIB
loading...
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan menyebut potensi industri game di Tanah Air sangat besar dengan nilai belanja warga mencapai USD2 miliar per tahun. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Bermain gim (game) kini sudah menjadi tren di masyarakat Indonesia, khususnya kalangan anak muda. Bahkan, berdasarkan hasil riset, belanja masyarakat Indonesia untuk gim mencapai nilai yang fantastis hingga USD2 miliar atau sekitar Rp29,6 triliun per tahunnya.
"Hasil kajian analisis dan studi atau risetnya, ternyata di Indonesia ini masyarakat membelanjakan senilai 2 miliar dollar Amerika untuk game per tahun," ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan seusai membuka Festival Gim Indonesia 2022 di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: Industri Game Indonesia Penyumbang Pendapatan Terbesar
Dengan nilai belanja gim warga Indonesia yang fantastis itu, lanjut Oke, potensi industri gim lokal di Tanah Air otomastis menjadi sangat besar. Terlebih, kata Oke, dari total belanja sebesar USD2 miliar tersebut, game lokal hanya mampu menyerap sekitar USD2 juta.
"Dan ternyata, dari 2 miliar yang di-expand oleh masyarakat kita, hanya terserap oleh game lokal itu 2 juta dollar, hanya 0,1 persen," sebutnya.
"Hasil kajian analisis dan studi atau risetnya, ternyata di Indonesia ini masyarakat membelanjakan senilai 2 miliar dollar Amerika untuk game per tahun," ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan seusai membuka Festival Gim Indonesia 2022 di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: Industri Game Indonesia Penyumbang Pendapatan Terbesar
Dengan nilai belanja gim warga Indonesia yang fantastis itu, lanjut Oke, potensi industri gim lokal di Tanah Air otomastis menjadi sangat besar. Terlebih, kata Oke, dari total belanja sebesar USD2 miliar tersebut, game lokal hanya mampu menyerap sekitar USD2 juta.
"Dan ternyata, dari 2 miliar yang di-expand oleh masyarakat kita, hanya terserap oleh game lokal itu 2 juta dollar, hanya 0,1 persen," sebutnya.
Lihat Juga :