DBD Mengganas di Kota Tangerang, Hingga Juni Sudah 331 Kasus
Kamis, 23 Juni 2022 - 12:28 WIB
loading...
Demam berdarah dengue (DBD) mengganas di Kota Tangerang. Hingga pertengahan tahun 2022 kasus DBD sudah mencapai 331 orang dengan angka kematian nol. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
TANGERANG - Demam berdarah dengue (DBD) mengganas di Kota Tangerang . Hingga Juni 2022 kasus DBD di Kota Tangerang sudah mencapai 331 orang dengan angka kematian nol.
Kasus DBD ini di Kota Tangerang ini meningkat tajam apabila dibandingkan dengan sepanjang 2021 lalu yang hanya 224 kasus. “Ini penyakit yang selalu datang setiap tahunnya dan seluruh masyarakat sudah ketahui itu. Namun, kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan lah yang harus ditingkatkan," ujar Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggraeni, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: Periode April-Juni 2022, Sudinkes Jakbar Catat 562 Kasus DBD
Dini menyebut Dinas Kesehatan telah memberikan surat edaran kepada pemerintah setempat, termasuk sekolah-sekolah, agar mewaspadai dan memperhatikan peningkatan kasus DBD ini.
Hal ini juga ditujukan untuk meningkatkan gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gotong royong bersih-bersih lingkungan, hingga kembali menggalakkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).
“Saat ini, yang sedang digencarkan ialah pengecekan hingga sektor perkantoran. Karena potensi kena DBD di mana saja, bisa di rumah, sekolah maupun kantor,” katanya.
Baca juga: Belum Ada Obatnya, Ini Gejala Demam Berdarah Dengue yang Wajib Diwaspadai
Kasus DBD ini di Kota Tangerang ini meningkat tajam apabila dibandingkan dengan sepanjang 2021 lalu yang hanya 224 kasus. “Ini penyakit yang selalu datang setiap tahunnya dan seluruh masyarakat sudah ketahui itu. Namun, kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan lah yang harus ditingkatkan," ujar Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggraeni, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: Periode April-Juni 2022, Sudinkes Jakbar Catat 562 Kasus DBD
Dini menyebut Dinas Kesehatan telah memberikan surat edaran kepada pemerintah setempat, termasuk sekolah-sekolah, agar mewaspadai dan memperhatikan peningkatan kasus DBD ini.
Hal ini juga ditujukan untuk meningkatkan gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gotong royong bersih-bersih lingkungan, hingga kembali menggalakkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).
“Saat ini, yang sedang digencarkan ialah pengecekan hingga sektor perkantoran. Karena potensi kena DBD di mana saja, bisa di rumah, sekolah maupun kantor,” katanya.
Baca juga: Belum Ada Obatnya, Ini Gejala Demam Berdarah Dengue yang Wajib Diwaspadai
Lihat Juga :