Buka Bulan Seni Rupa di TIM, Anies: Budaya dan Seni Itu Kehidupan, Bukan Penghidupan
Minggu, 19 Juni 2022 - 10:12 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta membuka bulan seni rupa di Taman Ismail Marzuki. Foto/IG @aniesbaswedan
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan budaya dan seni sebagai kehidupan bukan semata-mata untuk mencari penghidupan. Hal itu disampaikan saat membuka Bulan Seni Rupa di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.
”Kita ingin budaya dan seni sebagai kehidupan bukan semata-mata penghidupan, tak sekadar mencari keuntungan. Karena itu pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup sehingga kegiatan seni dengan baik salah satunya di PKJTIM (Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki),” tulis Anies dalam laman Instagram @aniesbaswedan dikutip, Minggu (19/6/2022).
”Kemarin membuka Bulan Seni Rupa 2022 yang ditandai dengan Pembukaan Pameran Koleksi dan Arsip Dewan Kesenian Jakarta sekaligus Peresmian Galeri Seni dan Annex Pusat Kesenian Jakarta TIM, di Selasar Galeri Seni, Taman Ismail Marzuki,” tambahnya. Baca juga: DKI Tegaskan Revitalisasi TIM untuk Investasi Kebudayaan
Anies menambahkan revitalisasi TIM bukan sekedar merawat masa lalu, melainkan tentang masa depan. Kemudian, bukan hanya bangunan fisik, melainkan membangun ekosistem menumbuhkan seni budaya.
”Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) bukan hanya merawat masa lalu, tetapi juga tentang masa depan. Bukan tentang bangunan fisik saja, ini tentang membangun ekosistem di mana kegiatan seni budaya bisa tumbuh berkembang. Kita ingin TIM menjadi pusat kesenian serta kebudayaan nasional dan dunia,” ucapnya.
”Kita ingin budaya dan seni sebagai kehidupan bukan semata-mata penghidupan, tak sekadar mencari keuntungan. Karena itu pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup sehingga kegiatan seni dengan baik salah satunya di PKJTIM (Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki),” tulis Anies dalam laman Instagram @aniesbaswedan dikutip, Minggu (19/6/2022).
”Kemarin membuka Bulan Seni Rupa 2022 yang ditandai dengan Pembukaan Pameran Koleksi dan Arsip Dewan Kesenian Jakarta sekaligus Peresmian Galeri Seni dan Annex Pusat Kesenian Jakarta TIM, di Selasar Galeri Seni, Taman Ismail Marzuki,” tambahnya. Baca juga: DKI Tegaskan Revitalisasi TIM untuk Investasi Kebudayaan
Anies menambahkan revitalisasi TIM bukan sekedar merawat masa lalu, melainkan tentang masa depan. Kemudian, bukan hanya bangunan fisik, melainkan membangun ekosistem menumbuhkan seni budaya.
”Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) bukan hanya merawat masa lalu, tetapi juga tentang masa depan. Bukan tentang bangunan fisik saja, ini tentang membangun ekosistem di mana kegiatan seni budaya bisa tumbuh berkembang. Kita ingin TIM menjadi pusat kesenian serta kebudayaan nasional dan dunia,” ucapnya.
Lihat Juga :