Pangdam Jaya: Jauhkan Masyarakat dari Paham Khilafatul Muslimin
Kamis, 16 Juni 2022 - 19:58 WIB
loading...
Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran melakukan konferensi pers ihwal Ormas Khilafatul Muslimin di Polda Metro Jaya, Kamis (16/6/2022). Foto: MPI/Riezky Maulana
A
A
A
JAKARTA - Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto memastikan Khilafatul Muslimin adalah ormas yang melanggar hukum Indonesia. Sebab, ormas tersebut berupaya melakukan propaganda kepada masyarakat.
Propaganda tersebut bertujuan mengganti ideologi Pancasila. Hal itu disampaikan Untung saat mendampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran melakukan konferensi pers ihwal Ormas Khilafatul Muslimin di Jakarta, Kamis (16/6/2022).
Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Gerakan Khilafatul Muslimin Melawan Kedaulatan Negara
"Tadi disampaikan ormas ini telah melanggar hukum di Indonesia dan mereka melakukan propaganda untuk mengajak masyarakat lain mengikuti paham mereka," ujar Untung, Kamis (16/6/2022).
Dia mengajak seluruh pihak untuk sama-sama menjauhkan masyarakat dari paham Khilafatul Muslimin. Jangan sampai masyarakat terjerumus paham tersebut.
"Tugas kita bersama untuk menghindarkan masyarakat terjerumus dalam paham dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila," katanya.
Propaganda tersebut bertujuan mengganti ideologi Pancasila. Hal itu disampaikan Untung saat mendampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran melakukan konferensi pers ihwal Ormas Khilafatul Muslimin di Jakarta, Kamis (16/6/2022).
Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Gerakan Khilafatul Muslimin Melawan Kedaulatan Negara
"Tadi disampaikan ormas ini telah melanggar hukum di Indonesia dan mereka melakukan propaganda untuk mengajak masyarakat lain mengikuti paham mereka," ujar Untung, Kamis (16/6/2022).
Dia mengajak seluruh pihak untuk sama-sama menjauhkan masyarakat dari paham Khilafatul Muslimin. Jangan sampai masyarakat terjerumus paham tersebut.
"Tugas kita bersama untuk menghindarkan masyarakat terjerumus dalam paham dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila," katanya.
Lihat Juga :