Cegah Penularan Virus PMK, Karantina Sapi Pondok Ranggon Ditutup Sementara

Sabtu, 11 Juni 2022 - 23:03 WIB
loading...
Cegah Penularan Virus...
Lokasi karantina sapi di Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur ditutup sementara menyusul merebaknya virus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Lokasi karantina sapi di Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, ditutup sementara. Langkah ini diambil menyusul kian merebaknya virus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan Ternak (UPT Pusyankeswannak) Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Renova Ida Siahaan mengatakan karantina tidak hanya diperuntukkan untuk sapi potong tetapi juga ada sapi perah yang jumlahnya 30 ekor.

“Penutupan sementara karantina sapi di Pondok Ranggon ini atas permintaan dari para petani sapi. Karena mereka khawatir sapi perah miliknya tertular PMK,” ujar Renova dalam keterangan resmi, Sabtu (11/6/2022).

Baca juga: 19.541 Hewan Kurban Masuk Jakarta, Mentan Pastikan Bebas Virus PMK

Renova pun menuturkan, setiap tahun menjelang Idul Adha, peternak sapi perah dari sejumlah daerah menyerahkan sapinya ke karantina untuk dijual sebagai hewan kurban. Akan tetapi khusus tahun ini lantaran merebaknya PMK tersebut, peternak sapi perah itu bersepakat tidak mengirim sapi ke karantina Pondok Ranggon.

"Mereka (peternak sapi perah) menyerahkan sapi perah menjelang lebaran haji sebagai pendapatan tambahan. Namun saat ini mereka tidak berani memasukkan sapi dari luar dan memiliih menutup karantina karena khawatir penyebaran PMK, lagipula karantina ini juga sebenarnya hanya untuk sapi perah saja," kata Renova.



Sebelumnya, Pemerintah bergerak cepat menanggulangi virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Indonesia. Percepatan penanganan dilakukan untuk menjamin ketersediaan hewan kurban bagi masyarakat saat Hari Raya Idul Adha 1443 H pada Juli 2022 nanti.

"Kami akan terus monitor mingguan, dan secara teknis juga akan kami ikuti. Ini sesuai dengan permintaan Bapak Presiden, penanganannya kita buat sampai mikro. Kita tangani seperti penanganan pandemi Covid-19, karena ini sangat memengaruhi perekonomian rakyat," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin langsung Rapat Koordinasi Terbatas terkait Penanganan dan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku yang digelar secara daring pada Rabu kemarin, 8 Juni 2022.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rahasia Dandy & Ozi...
Rahasia Dandy & Ozi selama Karantina Idol Terbongkar, Sampai Selundupkan Barang Ini!
Akhirnya Pulomas Tower...
Akhirnya Pulomas Tower Siap Meluncur, Tawarkan Akses Tanpa Batasan
Babak Baru Kepemimpinan...
Babak Baru Kepemimpinan HIPMI Jakarta Timur, Dhimas Pringgorodianto Bawa Semangat Kolaborasi
Rekomendasi
OSN Kabupaten Kota 2026...
OSN Kabupaten Kota 2026 Resmi Dimulai Hari Ini, Simak Tata Tertib dan Sanksi yang Berlaku
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
Berita Terkini
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved