BPOM Ungkap 2 Pabrik Tahu Berformalin di Bogor dengan Omzet Miliaran Rupiah

Jum'at, 10 Juni 2022 - 16:55 WIB
loading...
BPOM Ungkap 2 Pabrik...
BPOM ungkap 2 pabrik tahu berformalin yang beroperasi di Kabupaten Bogor dan beromzet miliaran rupiah per tahun. Foto: MNC Portal/Putra Ramadhani A
A A A
BOGOR - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) mengungkap dua pabrik tahu yang menggunakan formalin di wilayah Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Omzet yang dihasilkan dari kedua pabrik tersebut mencapai miliaran rupiah per tahun.

"Hari ini kami konferensi pers salah satu temuan yang dikaitkan untuk bahan berbahaya ini di jalur pangan. Utamanya ini adalah formalin, ini temuan yang cukup besar saya kira dan sangat strategis. Jadi ternyata masih kita temukan fasilitas produksi tahu yang masih menggunakan pengawet formalin," kata Kepala BPOM Penny K Lukito di Bogor, Jumat (10/6/2022). Baca juga: Loka POM Bogor Temukan Takjil Diduga Mengandung Formalin

Penny mengatakan, temuan ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya industri atau pabrik tahu yang mencurigakan. Dari situ, pihaknya melakukan pendalaman bersama Polda Jawa Barat dan Kejatu Jawa Barat terkait infromasi tersebut.

"Jadi ada laporan masyarkaat masuk ke BPOM. Penyidik kami melakukan investigasi ke lapangan dan ditemukan seperti yang disebutkan tadi, pabrik yang satunya berjarak sekitar 100 meter dari sini," jelasnya.

Dari lokasi pertama, ditemukan sebanyak 8 kilogram formalin serbuk 30 kilogram formalin cair, 4.000 potong tahu. Kemudian, di lokasi kedua menemukan 60 kilogram formalin cair, 11.500 potong tahu serta 500 liter air mengandung formalin dan lainnya.

"Dari aspek perizinan legalitas, dari proses industri ini juga tidak legal. Sebetulnya kira bisa dari situ ya, jadi dari berapa akses juga bisa. Jadi kalau siapapun yang memiliki industri atau usaha harus dimulai dari izin usahanya dulu nah kalau ijin usahanya ada legal jusru Badan POM bisa mendampingi. Tapi ini indstrinya juga sudah tidak legal jadi memang sudah unsur kejahatan, kami kategorikan produk kejahatan Deputi Lenindakan yang akan bergerak," ungkapnya.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM Temukan 14 Kosmetik...
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya!
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
BPOM Ungkap Temuan Kosmetik...
BPOM Ungkap Temuan Kosmetik Ilegal Naik 10 Kali Lipat pada 2026, Nilainya Tembus Rp35,8 Miliar
Rekomendasi
Reza Arap Ungkap Momen...
Reza Arap Ungkap Momen Paling Berkesan Bersama Lula Lahfah saat Syuting Harusnya Horror
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved