Cegah Kerusakan Lingkungan, KCN Wujudkan Green Port dengan Tanami Bibit Mangrove
Jum'at, 03 Juni 2022 - 21:08 WIB
loading...
Pelabuhan KCN Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, melakukan penanaman bibit mangrove di hutan bakau sepanjang 1.100 meter. Foto: MNC Portal Indonesia/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Pelabuhan KCN Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, melakukan penanaman bibit mangrove di hutan bakau sepanjang 1.100 meter. Penanaman mangrove ini dalam rangka mewujudkan visi green port atau terminal ramah lingkungan sekaligus mencegah adanya kerusakan lingkungan.
Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi menuturkan, penanaman bibit mangrove di hutan bakau di areal Terminal Umum Pelabuhan KCN Marunda sepanjang 1.100 meter tersebut merupakan tahap lanjutan.Widodo mengatakan, pihaknya telah melakukan penanaman mangrove sepanjang 600 meter di perimeter selatan terminal umum yang dikelola oleh KCN pada tahun 2017 silam. Baca juga:Indonesia Ajak Dunia Berbagi Pengetahuan Pengelolaan Mangrove di World Mangrove Center
“Kegiatan hari ini adalah implementasi dari project green port dimana kita sendiri ingin menjadi salah satu tolak ukur di daerah Marunda,” kata Widodo saat ditemui, Jumat (3/6/2022).
Dijelaskan Widodo, alasan pihaknya menanam mangrove adalah karena selama ini pelabuhan dikenal sebagai kawasan yang gersang. Untuk itu pihaknya ingin mengubah hal tersebut.
“Apalagi Khususnya untuk penanganan-penanganan seperti bongkar muat barang yang dibarengi dengan adanya penghijauan,” tutur Widodo.
Adapun dalam penanaman bibit Mangrove Rhizopora Mucronata ini, Widodo mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Institut Pertanian Bogor (IPB)
“Jenis ini yang kita sebut Rhizopora Mucronata ini bisa tinggi sampai 30 meter dan memang bisa hidup di daerah payau. Makanya kita tanam dan sudah disiapkan lahan lumpurnya,” ujarnya.
Kepala KSOP Kelas IV Marunda Capt. Isa Amsyari mengatakan pihaknya mendukung penanaman bibit mangrove sebagai upaya mewujudkan pelabuhan yang ramah lingkungan.
Menurutnya kawasan bongkar yang ada di Pelabuhan KCN Marunda adalah bongkar curah kering yaitu seperti pasir dan batu bara. Untuk itu perlu dibuatkan penghalang debu agar tidak mencemari lingkungan. Baca juga: Hutan Mangrove Jaga Ekosistem Alam
“Otomatis salah satunya itu dengan ditanamnya pohon mangrove yang memang juga cocok itu di perairan seperti tempat ini. Sehingga udara di sini yang tadinya mungkin tercampur dengan batu bara bisa disedot oleh pohon,” pungkasnya.
Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi menuturkan, penanaman bibit mangrove di hutan bakau di areal Terminal Umum Pelabuhan KCN Marunda sepanjang 1.100 meter tersebut merupakan tahap lanjutan.Widodo mengatakan, pihaknya telah melakukan penanaman mangrove sepanjang 600 meter di perimeter selatan terminal umum yang dikelola oleh KCN pada tahun 2017 silam. Baca juga:Indonesia Ajak Dunia Berbagi Pengetahuan Pengelolaan Mangrove di World Mangrove Center
“Kegiatan hari ini adalah implementasi dari project green port dimana kita sendiri ingin menjadi salah satu tolak ukur di daerah Marunda,” kata Widodo saat ditemui, Jumat (3/6/2022).
Dijelaskan Widodo, alasan pihaknya menanam mangrove adalah karena selama ini pelabuhan dikenal sebagai kawasan yang gersang. Untuk itu pihaknya ingin mengubah hal tersebut.
“Apalagi Khususnya untuk penanganan-penanganan seperti bongkar muat barang yang dibarengi dengan adanya penghijauan,” tutur Widodo.
Adapun dalam penanaman bibit Mangrove Rhizopora Mucronata ini, Widodo mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Institut Pertanian Bogor (IPB)
“Jenis ini yang kita sebut Rhizopora Mucronata ini bisa tinggi sampai 30 meter dan memang bisa hidup di daerah payau. Makanya kita tanam dan sudah disiapkan lahan lumpurnya,” ujarnya.
Kepala KSOP Kelas IV Marunda Capt. Isa Amsyari mengatakan pihaknya mendukung penanaman bibit mangrove sebagai upaya mewujudkan pelabuhan yang ramah lingkungan.
Menurutnya kawasan bongkar yang ada di Pelabuhan KCN Marunda adalah bongkar curah kering yaitu seperti pasir dan batu bara. Untuk itu perlu dibuatkan penghalang debu agar tidak mencemari lingkungan. Baca juga: Hutan Mangrove Jaga Ekosistem Alam
“Otomatis salah satunya itu dengan ditanamnya pohon mangrove yang memang juga cocok itu di perairan seperti tempat ini. Sehingga udara di sini yang tadinya mungkin tercampur dengan batu bara bisa disedot oleh pohon,” pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :