Gubernur Khofifah Beber Tantangan Pancasila sebagai Falsafah Hidup Bangsa
Kamis, 02 Juni 2022 - 10:45 WIB
loading...
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa membeber sejumlah tantangan yang dihadapi dalam menjaga eksistensi Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. Foto dok/SINSOnews
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa membeber sejumlah tantangan yang dihadapi dalam menjaga eksistensi Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Khofifah usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Rabu (1/6/2022). Tantangan Pancasila, kata dia, pertama, semakin merebaknya ideologi alternatif melalui media sosial yang mudah diakses oleh seluruh anak bangsa seperti radikalisme, ekstremisme, dan konsumerisme.
"Hal ini jika tidak dicari solusi e;fektif dapat menjadikan masyarakat kehilangan daya tarik untuk memahami dan mendalami nilai-nilai Pancasila," katanya. Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Lantik Wakil Bupati Pamekasan Raden Bagus Fattah Jasin
Tantangan kedua, lanjut Khofifah, adalah eksklusivisme sosial akibat tsunami globalisasi yang mengarah kepada mengentalnya politik identitas baik karena alasan agama, etnik dan kepentingan,gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA.
"Jika tidak ditangani secara tuntas, dapat berdampak pada tereduksinya persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan bisa berdampak pada perpecahan bangsa. Bonus demografi yang saat ini terjadi di Indonesia juga menjadi tantangan lain untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda di tengah era disrupsi global," imbuhnya.
Khofifah mengatakan bahwa, fenomena tersebut menjadi tantangan bersama seluruh warga bangsa karena pemerintah tidak mampu berjalan sendiri untuk menghadapi hal ini.
Hal tersebut disampaikan Khofifah usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Rabu (1/6/2022). Tantangan Pancasila, kata dia, pertama, semakin merebaknya ideologi alternatif melalui media sosial yang mudah diakses oleh seluruh anak bangsa seperti radikalisme, ekstremisme, dan konsumerisme.
"Hal ini jika tidak dicari solusi e;fektif dapat menjadikan masyarakat kehilangan daya tarik untuk memahami dan mendalami nilai-nilai Pancasila," katanya. Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Lantik Wakil Bupati Pamekasan Raden Bagus Fattah Jasin
Tantangan kedua, lanjut Khofifah, adalah eksklusivisme sosial akibat tsunami globalisasi yang mengarah kepada mengentalnya politik identitas baik karena alasan agama, etnik dan kepentingan,gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA.
"Jika tidak ditangani secara tuntas, dapat berdampak pada tereduksinya persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan bisa berdampak pada perpecahan bangsa. Bonus demografi yang saat ini terjadi di Indonesia juga menjadi tantangan lain untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda di tengah era disrupsi global," imbuhnya.
Khofifah mengatakan bahwa, fenomena tersebut menjadi tantangan bersama seluruh warga bangsa karena pemerintah tidak mampu berjalan sendiri untuk menghadapi hal ini.
Lihat Juga :