Khofifah: Maklumat Tebuireng Bisa Jadi Panduan Atasi Covid-19
Senin, 22 Juni 2020 - 22:11 WIB
loading...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur dan Pengasuh Ponpes Tebu Ireng saat ziarah ke makam Pendiri NU Hadrotusy Syeh KH. Hasyim Asyary dan Gus Dur di Jombang.Foto/ist
A
A
A
JOMBANG - Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng mengeluarkan maklumat menyikapi penanganan Covid-19. Maklumat ini berisi tujuh butir pandangan dan ditandatangani pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz.
“Kami mendukung agar seruan maklumat tersebut dapat dijadikan panduan dalam mengatasi pandemi Covid-19 agar lebih efektif. Maklumat ini akan menguatkan kita semua, tidak saja bagi pemerintah pusat, pemerintah propinsi Jatim dan pemerintah kabupaten/kota. Tapi juga tokoh agama, budayawan, termasuk masyarakat dan keluarga terdampak," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Senin (22/6/2020).
Tujuh butir maklumat itu diantaranya, pertama, Pesantren Tebuireng mengapresiasi ikhtiar pemerintah dan pemerintah daerah dalam penanganan Covid 19, khususnya terkait dengan peningkatan jumlah pemeriksaan secara masif dan pelacakan kasus (tracing) di masyarakat.
Kedua, meminta pemerintah mengimbangi ikhtiar positif tersebut dengan memperbaiki strategi komunikasi publik dan memperkuat pendekatan kultural serta memperhatikan aspek budaya masyarakat dan kearifan lokal di masing-masing daerah.
Ketiga, berkenaan dengan semakin banyaknya kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat, meminta semua pihak untuk menjaga kejernihan pikiran, mengedepankan aspek tabayun dan menahan diri dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Kami mendukung agar seruan maklumat tersebut dapat dijadikan panduan dalam mengatasi pandemi Covid-19 agar lebih efektif. Maklumat ini akan menguatkan kita semua, tidak saja bagi pemerintah pusat, pemerintah propinsi Jatim dan pemerintah kabupaten/kota. Tapi juga tokoh agama, budayawan, termasuk masyarakat dan keluarga terdampak," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Senin (22/6/2020).
Tujuh butir maklumat itu diantaranya, pertama, Pesantren Tebuireng mengapresiasi ikhtiar pemerintah dan pemerintah daerah dalam penanganan Covid 19, khususnya terkait dengan peningkatan jumlah pemeriksaan secara masif dan pelacakan kasus (tracing) di masyarakat.
Kedua, meminta pemerintah mengimbangi ikhtiar positif tersebut dengan memperbaiki strategi komunikasi publik dan memperkuat pendekatan kultural serta memperhatikan aspek budaya masyarakat dan kearifan lokal di masing-masing daerah.
Ketiga, berkenaan dengan semakin banyaknya kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat, meminta semua pihak untuk menjaga kejernihan pikiran, mengedepankan aspek tabayun dan menahan diri dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya.
Lihat Juga :