YHK Dorong Perekonomian Daerah Plosok Lewat Program Desa Bangkit Sejahtera
Selasa, 24 Mei 2022 - 19:31 WIB
loading...
Pendampingan yang dilakukan Yayasan Hadji Kalla di salah satu desa binaan pada program Desa Bangkit Sejahtera (DBS). Foto: istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Yayasan Hadji Kalla (YHK) akan melakukan pembinaan di 11 desa binaan melalui program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) 2022 yang bertujuan mendorong perekonomian daerah pelosok. Desa tersebut berada di Sulsel, Sulbar, Sultra dan Sulteng.
11 desa tersebut masuk ke dalam kategori desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) di bawah rata-rata angka standardisasi nasional untuk desakategori sangat tertinggal.
Baca juga:Yayasan Hadji Kalla Dukung Kegiatan Komunitas Lewat Program Aktif Positif
Adapun 11 desa yang dimaksud ialah Desa Mattirowalie, Baringeng, Tompobulu, dan Desa Poleonro di Kabupaten Bone. Desa Sering di Kabupaten Soppeng. Desa Tajo di Kabupaten Wajo. Kemudian Desa Sattoko dan Desa Kurrak di Kabupaten Soppeng.
Selanjutnya Desa Kasumewuho di Kabupaten Konawe. Desa Tanampedagi di Parigi Mutong. Terakhir Desa Adadadio di Kabupaten Kolaka Timur.
Pada pelaksanaannya, akan dibuat berbagai pelatihan untuk pengolahan komoditas lokal, kerajinan hingga pelatihan mitigasi bencana untuk warga desa, guna meningkatkan nilai IDM desa agar bisa lebih baik dan mendapat peningkatan.
Baca juga:Yayasan Hadji Kalla Bagikan 27 Ribu Makanan untuk Masyarakat Duafa
Officer Bidang Ekonomi Sosial Yayasan Hadji Kalla , Heryanto menjelaskan, setiap desa yang dipilih tersebut memiliki komoditas unggulan yang dapat dikembangkan. Hal tersebut juga akan menjadi fokus program di tahun ini agar desa bisa menghasilkan produk olahan dari komoditas unggulan secara mandiri.
“Apa yang dilakukan Yayasan Hadji Kalla melalui program DBS ini bisa menjadi alternatif solusi pembangunan desa yang digalakkan pemerintah yang juga tentu bisa membantu pemerintah dalam langkah pembangunan desa,” ungkapnya.
Di desa target nantinya, diterjunkan dua pendamping dari YHK yang telah berpengalaman dan sukses melakukan pembinaan di desa-desa sebelumnya. Mereka siap untuk bersinergi dan melaksanakan tugas pembinaan dan pendampingan masyarakat desa dengan sistem rotasi.
Baca juga:Kalla Group Salurkan Paket Sembako Idul Fitri Rp4,5 Miliar
“Kami berharap bahwa dengan dimulainya program kerja di tahun 2022 ini, bisa semakin membantu desa-desa yang berkategori sangat tertinggal untuk terus belajar dan berkembang baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya hingga nilai-nilai keagamaan,” ungkap Akhsan, salah seorang tenaga pendamping desa.
Untuk diketahui, tahun ini Yayasan Hadji Kalla melakukan inovasi dengan merekrut fasilitator lokal atau orang yang berasal dari wilayah provinsi di mana desa binaan berada, yakni dari Sulteng dan Sultra. Hal tersebut tentunya untuk mengoptimalkan program kerja yang akan dijalankan.
11 desa tersebut masuk ke dalam kategori desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) di bawah rata-rata angka standardisasi nasional untuk desakategori sangat tertinggal.
Baca juga:Yayasan Hadji Kalla Dukung Kegiatan Komunitas Lewat Program Aktif Positif
Adapun 11 desa yang dimaksud ialah Desa Mattirowalie, Baringeng, Tompobulu, dan Desa Poleonro di Kabupaten Bone. Desa Sering di Kabupaten Soppeng. Desa Tajo di Kabupaten Wajo. Kemudian Desa Sattoko dan Desa Kurrak di Kabupaten Soppeng.
Selanjutnya Desa Kasumewuho di Kabupaten Konawe. Desa Tanampedagi di Parigi Mutong. Terakhir Desa Adadadio di Kabupaten Kolaka Timur.
Pada pelaksanaannya, akan dibuat berbagai pelatihan untuk pengolahan komoditas lokal, kerajinan hingga pelatihan mitigasi bencana untuk warga desa, guna meningkatkan nilai IDM desa agar bisa lebih baik dan mendapat peningkatan.
Baca juga:Yayasan Hadji Kalla Bagikan 27 Ribu Makanan untuk Masyarakat Duafa
Officer Bidang Ekonomi Sosial Yayasan Hadji Kalla , Heryanto menjelaskan, setiap desa yang dipilih tersebut memiliki komoditas unggulan yang dapat dikembangkan. Hal tersebut juga akan menjadi fokus program di tahun ini agar desa bisa menghasilkan produk olahan dari komoditas unggulan secara mandiri.
“Apa yang dilakukan Yayasan Hadji Kalla melalui program DBS ini bisa menjadi alternatif solusi pembangunan desa yang digalakkan pemerintah yang juga tentu bisa membantu pemerintah dalam langkah pembangunan desa,” ungkapnya.
Di desa target nantinya, diterjunkan dua pendamping dari YHK yang telah berpengalaman dan sukses melakukan pembinaan di desa-desa sebelumnya. Mereka siap untuk bersinergi dan melaksanakan tugas pembinaan dan pendampingan masyarakat desa dengan sistem rotasi.
Baca juga:Kalla Group Salurkan Paket Sembako Idul Fitri Rp4,5 Miliar
“Kami berharap bahwa dengan dimulainya program kerja di tahun 2022 ini, bisa semakin membantu desa-desa yang berkategori sangat tertinggal untuk terus belajar dan berkembang baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya hingga nilai-nilai keagamaan,” ungkap Akhsan, salah seorang tenaga pendamping desa.
Untuk diketahui, tahun ini Yayasan Hadji Kalla melakukan inovasi dengan merekrut fasilitator lokal atau orang yang berasal dari wilayah provinsi di mana desa binaan berada, yakni dari Sulteng dan Sultra. Hal tersebut tentunya untuk mengoptimalkan program kerja yang akan dijalankan.
(luq)
Lihat Juga :