Profil Friedrich Silaban, Arsitek Masjid Istiqlal Penganut Kristen Protestan
Sabtu, 21 Mei 2022 - 18:41 WIB
loading...
A
A
A
Pembangunan Masjid Istiqlal diprakarsai Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno (Bung Karno). Pada tahun 1955, Bung Karno mengadakan sayembara pembuatan desain maket Masjid Istiqlal. Sebanyak 22 dari 30 arsitek lolos persyaratan.
Bung Karno sebagai Ketua Dewan Juri kemudian mengumumkan nama Friedrich Silaban sebagai pemenang sayembara arsitek Masjid Istiqlal.
Bung Karno menjuluki Friedrich Silaban sebagai By the Grace of God karena memenangkan sayembara itu.
Bung Karno kemudian melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid Istiqlal pada tahun 1961. Namun pembangunan baru selesai 17 tahun kemudian dan resmi digunakan sejak 22 Februari 1978.
![Profil Friedrich Silaban, Arsitek Masjid Istiqlal Penganut Kristen Protestan]()
Friedrich Silaban merupakan seorang penganut Kristen Protestan asal Sumatera Utara. Dia merupakan anak kelima dari pendeta gereja tradisionalis Lutheran injili yang berasal dari Huria Kristen Batak Protestan bernama Pdt Jonas Silaban.
Friedrich Silaban lahir 16 Desember 1912 dan meninggal 14 Mei 1984. Ia merupakan arsitek generasi awal di Indonesia. Dalam buku berjudul "Rumah Silaban; Saya adalah Arsitek, tapi Bukan Arsitek Biasa," disebutkan, karier Silaban di dunia arsitek diawali saat bersekolah di Jakarta.
Saat masih pelajar dia sudah tertarik dengan desain bangunan Pasar Gambir di Koningsplein, Batavia, 1929, karya arsitek Belanda, JH Antonisse. Setelah menyelesaikan pendidikan formal di HIS Narumonda, Tapanuli, pada tahun 1927 ia melanjutkan sekolah di Koningen Wilhelmina School (KWS) di Jakarta pada tahun 1931.
Bung Karno sebagai Ketua Dewan Juri kemudian mengumumkan nama Friedrich Silaban sebagai pemenang sayembara arsitek Masjid Istiqlal.
Bung Karno menjuluki Friedrich Silaban sebagai By the Grace of God karena memenangkan sayembara itu.
Bung Karno kemudian melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid Istiqlal pada tahun 1961. Namun pembangunan baru selesai 17 tahun kemudian dan resmi digunakan sejak 22 Februari 1978.

Friedrich Silaban merupakan seorang penganut Kristen Protestan asal Sumatera Utara. Dia merupakan anak kelima dari pendeta gereja tradisionalis Lutheran injili yang berasal dari Huria Kristen Batak Protestan bernama Pdt Jonas Silaban.
Friedrich Silaban lahir 16 Desember 1912 dan meninggal 14 Mei 1984. Ia merupakan arsitek generasi awal di Indonesia. Dalam buku berjudul "Rumah Silaban; Saya adalah Arsitek, tapi Bukan Arsitek Biasa," disebutkan, karier Silaban di dunia arsitek diawali saat bersekolah di Jakarta.
Saat masih pelajar dia sudah tertarik dengan desain bangunan Pasar Gambir di Koningsplein, Batavia, 1929, karya arsitek Belanda, JH Antonisse. Setelah menyelesaikan pendidikan formal di HIS Narumonda, Tapanuli, pada tahun 1927 ia melanjutkan sekolah di Koningen Wilhelmina School (KWS) di Jakarta pada tahun 1931.
Lihat Juga :