Sempat Ditutup, Layanan IGD RSUD Padjonga Takalar Kembali Dibuka
Senin, 22 Juni 2020 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Pria yang menjabat Ketua KNPI Takalar ini melanjutkan, pemeriksaan swab secara massal adalah upaya memutus mata rantai penularan sesama nakes di rumah sakit.
Menurutnya, RSUD Padjonga tidak ingin mengambil risiko memberikan pelayanan kesehatan jika belum memeriksa para tenaga kesehatan.
"Jangan sampai tenaga kesehatan menjadi sumber penularan kepada masyarakat. Hari ini clear yang memberikan pelayanan kepada masyarakat Takalar adalah mereka yang negatif atau tidak terinfeksi COVID-19 ," bebernya.
Untuk itu, pihaknya akan memperketat penerimaan pasien. "Yang perlu kami perketat adalah proses screening penerimaan pasien," katanya.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Sudah 79 Napi di Lapas Perempuan Gowa Terpapar Covid-19
Asriadi mengungkapkan, pasien positif COVID-19 tanpa gejala berpotensi menularkan virus kepada tenaga kesehatan jika tidak dilakukan pengetatan screening penerimaan pasien.
"Gejala (pasien) kadang tidak spesifik, ternyata dicek swab hasilnya (positif) Covid-19," terangnya.
Menurutnya, RSUD Padjonga tidak ingin mengambil risiko memberikan pelayanan kesehatan jika belum memeriksa para tenaga kesehatan.
"Jangan sampai tenaga kesehatan menjadi sumber penularan kepada masyarakat. Hari ini clear yang memberikan pelayanan kepada masyarakat Takalar adalah mereka yang negatif atau tidak terinfeksi COVID-19 ," bebernya.
Untuk itu, pihaknya akan memperketat penerimaan pasien. "Yang perlu kami perketat adalah proses screening penerimaan pasien," katanya.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Sudah 79 Napi di Lapas Perempuan Gowa Terpapar Covid-19
Asriadi mengungkapkan, pasien positif COVID-19 tanpa gejala berpotensi menularkan virus kepada tenaga kesehatan jika tidak dilakukan pengetatan screening penerimaan pasien.
"Gejala (pasien) kadang tidak spesifik, ternyata dicek swab hasilnya (positif) Covid-19," terangnya.
Lihat Juga :