RSJ dr Soeharto Heerdjan Gelar Baksos Nasional Pengobatan Intervensi Nyeri

Rabu, 18 Mei 2022 - 18:39 WIB
loading...
RSJ dr Soeharto Heerdjan...
Bertepatan dengan HUT ke-102, RSJ dr Soeharto Heerdjan menggelar Bakti Sosial Nasional Pengobatan Nyeri di Grogol, Jakarta Barat, belum lama ini. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Bertepatan dengan HUT ke-102, RSJ dr Soeharto Heerdjan menggelar Bakti Sosial Nasional Pengobatan Nyeri di Grogol, Jakarta Barat, belum lama ini. Pelayanan baksos intervensi nyeri ini digelar gratis.

Sebanyak 100 dokter spesialis melakukan layanan terdiri dari spesialis ortopedi dan traumatologi (SpOT), spesial saraf (SpS), spesial bedah saraf (SpBS), spesialis anastesi (SpAn), spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (SpKFR).
Baca juga: Medina Zein Berontak saat Dibawa ke RSJ, Sebut Ibu Kandungnya Orang Jahat

Terdapat 600 lebih warga Jabodetabek mendaftar untuk pelayanan intervensi nyeri ini. Baksos sekaligus ajang silaturahmi bagi tim internal rumah sakit dengan para dokter perawat operator intervensi nyeri sekaligus sebagai bukti kepedulian RSJ dr Soeharto Heerdjan terhadap masyarakat sekitar.

Kegiatan ini juga menjadi sosialiasi layanan intervensi nyeri sebagai sarana promosi bagi industri kesehatan dan pendukungnya termasuk di dalamnya asuransi kesehatan sosial atau komersial.

Masyarakat dari berbagai usia, terdiri dari lansia yang sering alami penyakit degeneratif otot sendi rangka, orang muda yang hobi berolahraga sehingga rentan terhadap cedera olahraga, pekerja yang alami cedera akibat posisi ergonomis kerja repetitif yang salah, penyintas penyakit terminal seperti kanker dan pasien pascaoperasi yang masih merasakan nyeri lokal.

Tujuan layanan ini memberikan kesempatan mereka untuk menjalani hidupnya agar lebih bermartabat dan berkualitas.

Dokter spesialis yang terlibat adalah alumni dan peserta kursus Precursor Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, yang datang dari ujung barat Aceh sampai ujung timur Papua Abepura.

Direktur RSJ dr Soeharto Heerdjan, dr Desmiarti mengungkapkan layanan ini dapat terus berkembang di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia, sehingga dapat menolong masyarakat dengan permasalahan nyeri kronis sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien dan meringankan beban pembiayaan kesehatan negara antara lain program JKN-BPJS.

Ke depannya RSJ dr Soeharto Heerdjan sebagai RS khusus jiwa akan membuka layanan di luar kekhususannya (termasuk layanan intervensi nyeri) sesuai dengan regulasi perumahsakitan Peraturan Pemerintah tahun 47, tahun 2020 tentang Penyelenggaraan bidang Perumahsakitan.

dr Alif Noeryanto Rahman selaku Direktur Program Pendidikan Precursor Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran mengajak lebih banyak dokter untuk menekuni layanan intervensi nyeri ini dan berkontribusi lebih bermakna bagi bangsa dan negara.

“Ini merupakan sosialisasi alternatif treatment selain tindakan konservatif dan operasi. Kami berharap dapat sharing knowledge, sharing happines, untuk mewujudkan Indonesia bebas nyeri, pantang menyerah sebelum nyeri padam,“ ujar Alif.

Pada umumnya mematikan saraf rasa (nerve block) dilakukan oleh ahli anestesi untuk menghilangkan rasa nyeri selama operasi berlangsung. Namun, saat ini nerve block dapat digunakan untuk mendiagnosa dan mengobati nyeri lokal, dengan dosis kecil. Obat anestesi yang disuntikkan ke saraf rasa dapat menghilangkan nyeri lokal tertentu.
Baca juga: Jenguk Anak Kecanduan Gawai di RSJ, Wagub Jabar Minta Orang Tua Lakukan Hal Ini

Rasa nyeri menahun biasanya terjadi pada bagian lokal tubuh antara lain leher, kepala atau wajah, sendi bahu, pinggang, lutut, pergelangan tangan dan jari, pergelangan kaki, tumit, paha, pinggul.

Untuk tujuan terapi, nerve block dapat mengurangi tingkat nyeri yang sangat menyiksa dan berlangsung cukup lama. Analoginya, lampu yang menyala adalah sumber nyeri, jika kabel listrik (saraf) kita putuskan (blok) maka lampu akan padam (nyeri menghilang). Alat USG inilah yang membantu memindai saraf halus perasa tadi dengan tepat dan akurat.

Selain di RSJ dr Soeharto Heerjan Jakarta, Bakti Sosial Pengobatan Nyeri ini juga diselenggarakan di RS Moh Ridwan Meuraksa Jakarta di hari kedua Minggu 15 Mei 2022 mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Prabowo Resmikan RSUD...
Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Komitmen Ingin Memodernisasi RS dalam 3 Tahun
Kisah Penipu Paling...
Kisah Penipu Paling Setia: Palsukan Slip Pembayaran RS hingga 4 Tahun demi Selamatkan Nyawa Istri
Rekomendasi
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Maxi Araujo Selamatkan Uruguay dari Kejutan Arab Saudi
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Berita Terkini
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved