Wow! Selama Lebaran Penduduk DIY Tambah 1,5 Juta Jiwa, Pemasukan Rp2 Trilun
Selasa, 17 Mei 2022 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
"Kemudian pusat-pusat oleh-oleh dan tempat wisata juga ramai saling kunjung-mengunjungi, makan-makan, minum-minum, saling memberikan angpao. Ini yang membuat gairah ekonomi kita semakin baik," tandas Tri.
Lanjut Tri, untuk mengantisipasi jumlah wisatawan yang membeludak selama Lebaran, pihaknya terlebih dahulu melakukanperhitungan terkait jumlah warga yang berkunjung. Selanjutnya,dilakukan sejumlah persiapan seperti stok bahan bakar, sembakodan lain-lain.
Persiapan dilakukan dengan melibatkan berbagai stakeholderseperi kepolisian dan dinas perhubungan dan lain-lain. "Kendati tidak sempurna, namun tidak terjadi kemacetan dan lain-lain," tuturnya. Baca juga: Temui Sultan, Erick Thohir Bahas Tol hingga Candi Borobudur
Terkait protokol kesehatan (prokes), tambah Tri, pihaknya memastikan masyarakat bahwa pandemi belum berakhir. Sehingga prokes tetap diperketat dan dipastikan tetap dipatuhi oleh semua elemen masyarakat.
"Kita lihat di Malioboro, walaupun para wisatawan penuh sesak, mungkin untuk jaga jarak agak sulit. Tapi hampir semuanya masih menggunakan masker. Jadi, ini yang kita tanamkan di masyarakat kita," tutupnya.
Lanjut Tri, untuk mengantisipasi jumlah wisatawan yang membeludak selama Lebaran, pihaknya terlebih dahulu melakukanperhitungan terkait jumlah warga yang berkunjung. Selanjutnya,dilakukan sejumlah persiapan seperti stok bahan bakar, sembakodan lain-lain.
Persiapan dilakukan dengan melibatkan berbagai stakeholderseperi kepolisian dan dinas perhubungan dan lain-lain. "Kendati tidak sempurna, namun tidak terjadi kemacetan dan lain-lain," tuturnya. Baca juga: Temui Sultan, Erick Thohir Bahas Tol hingga Candi Borobudur
Terkait protokol kesehatan (prokes), tambah Tri, pihaknya memastikan masyarakat bahwa pandemi belum berakhir. Sehingga prokes tetap diperketat dan dipastikan tetap dipatuhi oleh semua elemen masyarakat.
"Kita lihat di Malioboro, walaupun para wisatawan penuh sesak, mungkin untuk jaga jarak agak sulit. Tapi hampir semuanya masih menggunakan masker. Jadi, ini yang kita tanamkan di masyarakat kita," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :