Wagub DKI: Kampung Susun Bayam Bakal Dihuni Masyarakat Sekitar dan Terdampak Normalisasi
Selasa, 17 Mei 2022 - 14:20 WIB
loading...
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza).Foto/MPI/Muhammad Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta memastikan Kampung Susun Bayam , Tanjung Priok, Jakarta Utara bakal dihuni masyarakat sekitar dan terdampak normalisasi sungai oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA). Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza).
"Kampung Susun Bayam yang menghuni di antaranya adalah masyarakat sekitar, kemudian yang kena program normalisasi SDA," ungkap Ariza kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2022).
Ariza menegaskan, pembangunan Kampung Susun Bayam juga diperuntukan kepentingan masyarakat yang lingkungannya dinilai bermasalah.
"Sejauh ini rumah susun dibangun untuk kepentingan masyarakat yang terdampak daripada program-program normalisasi, maupun yang lingkungannya yang dirasa bermasalah untuk dicarikan solusi perumahan," tegasnya. Baca: Letakkan Batu Pertama Kampung Susun Bayam, Anies: Alhamdulillah, Satu Lagi Janji Akan Ditunaikan
Untuk warga gusuran PT KAI di bantaran rel, lanjut Ariza, hingga kini masih dalam proses oleh Dinas Perumahan."Itu nanti (warga gusuran PT KAI) dalam proses dari Dinas Perumahan melalui kajian dan penelitian, evaluasi nanti dilihat mana yang berhak dan tidak. Semua ada ketentuannya," tuturnya.
"Kampung Susun Bayam yang menghuni di antaranya adalah masyarakat sekitar, kemudian yang kena program normalisasi SDA," ungkap Ariza kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2022).
Ariza menegaskan, pembangunan Kampung Susun Bayam juga diperuntukan kepentingan masyarakat yang lingkungannya dinilai bermasalah.
"Sejauh ini rumah susun dibangun untuk kepentingan masyarakat yang terdampak daripada program-program normalisasi, maupun yang lingkungannya yang dirasa bermasalah untuk dicarikan solusi perumahan," tegasnya. Baca: Letakkan Batu Pertama Kampung Susun Bayam, Anies: Alhamdulillah, Satu Lagi Janji Akan Ditunaikan
Untuk warga gusuran PT KAI di bantaran rel, lanjut Ariza, hingga kini masih dalam proses oleh Dinas Perumahan."Itu nanti (warga gusuran PT KAI) dalam proses dari Dinas Perumahan melalui kajian dan penelitian, evaluasi nanti dilihat mana yang berhak dan tidak. Semua ada ketentuannya," tuturnya.
Lihat Juga :