Balita di Jakbar Alami Gizi Buruk, Anggota DPRD DKI: Ini Sangat Dramatis dan Miris
Kamis, 12 Mei 2022 - 16:40 WIB
loading...
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth mengaku miris mengetahui adanya balita di Jakarta Barat yang mengalami gizi buruk. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth mengaku miris mengetahui adanya balita di Jakarta Barat yang mengalami gizi buruk.
"Saya selaku anggota DPRD DKI Jakarta yang terpilih dari daerah pemilihan Jakarta Barat merasa sangat sedih dan terpukul. Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi jika pemimpinnya fokus dalam memperhatikan warganya," ujar Kenneth dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).
Diketahui, seorang balita berusia 2 tahun di Jalan Lingkungan Hidup III, Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, mengalami gizi buruk sejak awal bulan April 2022. Hal itu membuat Dinas Kesehatan Jakarta Barat bergerak cepat dan langsung melakukan penanganan.
Baca juga: Sisa Kulit dan Tulang, Balita di Jakarta Barat Diduga Alami Gizi Buruk
Kenneth tak habis pikir, sekelas kota besar seperti Jakarta yang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbanyak jika dibandingkan dengan provinsi lain, tetapi masih ditemukan balita yang mengalami gizi buruk.
"Ini peristiwa yang sangat dramatis dan sangat miris, sekelas kota besar seperti Jakarta masih ada seorang balita yang mengalami gizi buruk," tandasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta pada 2020, jumlah balita yang memiliki kekurangan gizi di Ibu Kota sebanyak 6.047 balita. Wilayah Jakarta Timur menyumbang kasus balita gizi kurang tertinggi, yaitu sebanyak 1.826 kasus.
"Saya selaku anggota DPRD DKI Jakarta yang terpilih dari daerah pemilihan Jakarta Barat merasa sangat sedih dan terpukul. Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi jika pemimpinnya fokus dalam memperhatikan warganya," ujar Kenneth dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).
Diketahui, seorang balita berusia 2 tahun di Jalan Lingkungan Hidup III, Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, mengalami gizi buruk sejak awal bulan April 2022. Hal itu membuat Dinas Kesehatan Jakarta Barat bergerak cepat dan langsung melakukan penanganan.
Baca juga: Sisa Kulit dan Tulang, Balita di Jakarta Barat Diduga Alami Gizi Buruk
Kenneth tak habis pikir, sekelas kota besar seperti Jakarta yang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbanyak jika dibandingkan dengan provinsi lain, tetapi masih ditemukan balita yang mengalami gizi buruk.
"Ini peristiwa yang sangat dramatis dan sangat miris, sekelas kota besar seperti Jakarta masih ada seorang balita yang mengalami gizi buruk," tandasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta pada 2020, jumlah balita yang memiliki kekurangan gizi di Ibu Kota sebanyak 6.047 balita. Wilayah Jakarta Timur menyumbang kasus balita gizi kurang tertinggi, yaitu sebanyak 1.826 kasus.
Lihat Juga :