Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Alternatif Ciwandan dan Bandar Bakau Jaya Dioperasikan

Jum'at, 06 Mei 2022 - 12:51 WIB
loading...
Arus Balik Lebaran,...
Menko PMK Muhadjir Effendy mengecek kesiapan Pelabuhan Merak menerima pemudik yang balik ke Pulau Jawa. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan pengecekan kesiapan Pelabuhan Merak dalam menerima para pemudik yang balik ke Pulau Jawa melalui jalur laut, Kamis (5/5/2022).

Muhadjir Effendy menyebutkan puncak arus balik mudik Lebaran diprediksi akan terjadi mulai 5 Mei sampai dengan 8 Mei 2022. Pemerintah tentunya telah berupaya mengantisipasi terjadinya kepadatan arus balik seperti di bandara, jalan tol, stasiun, maupun pelabuhan.

Menurutnya Pelabuhan Merak sudah siap untuk menerima kedatangan para pemudik yang kembali ke Pulau Jawa. Selain itu, untuk menghindari penumpukan penumpang dan kendaraan pada Pelabuhan Merak pemerintah juga melakukan penambahan Pelabuhan Ciwandan sebagai alternatif penurunan penumpang.

Baca juga: Menko PMK Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi Pada Akhir Pekan

Sebaliknya, selain Pelabuhan Bakauheni Lampung yang menerima arus balik para pemudik dari Pulau Sumatera terdapat tambahan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya. "Jadi, nanti untuk mengantisipasi arus balik pemudik tidak hanya Pelabuhan Merak dan Bakauheni saja yang difungsikan tetapi ada tambahan yaitu Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya," jelasnya.

Baca juga: Urai Kepadatan Arus Balik Lebaran, Kapolri Imbau Kantor Terapkan WFH

Letak Pelabuhan Bandar Bakau Jaya berada tidak jauh dari Pelabuhan Bakauheni, nantinya para pemudik arus balik setelah keluar dari tol trans Sumatera mereka akan diarahkan menuju Jalan Raya Lintas Pantai Timur Sumatera sejauh 2 KM untuk sampai di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya.

Sedangkan letak Pelabuhan Ciwandan berada di sebelah barat Pelabuhan Merak, nantinya para pemudik yang turun dari pelabuhan Ciwandan akan diarahkan menuju Gerbang Tol Cilegon Timur untuk kembali ke Jakarta.

Menko Muhadjir juga mengimbau kepada para pemudik yang akan balik untuk secepatnya kembali ke Jakarta atau pulang setelah arus balik sehingga tidak terjadi kepadatan yang mana dapat mengganggu kelancaran kegiatan pengelolaan arus balik saat ini.

"Saya mengimbau kepada mereka yang akan balik untuk secepatnya balik jangan menunggu puncaknya arus balik, karena nanti akan sangat padat sehingga mengganggu kelancaran kegiatan pengelolaan arus balik ini," tutur Muhadjir.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko PMK Bentuk Gugus...
Menko PMK Bentuk Gugus Tugas Tata Kelola Daycare Buntut Kasus Little Aresha
Kemenag Sebut Masyarakat...
Kemenag Sebut Masyarakat Penerima Manfaat Masjid Ramah Pemudik Naik Signifikan
Kemenag Catat 3,5 Juta...
Kemenag Catat 3,5 Juta Pemudik Manfaatkan Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved