IKN Nusantara Berpotensi Krisis Air Bersih, Begini Solusinya

Senin, 25 April 2022 - 13:19 WIB
loading...
IKN Nusantara Berpotensi...
Ilustrasi air bersih. Foto: Istimewa
A A A
SURABAYA - Kawasan Ibu Kota Negara Baru (IKN) Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur diduga berpotensi mengalami krisis air bersih, utamanya air kelas 1 dan 2.

Penilaian itu didasarkan pada kondisi geografis IKN yang mayoritas memiliki tanah gambut. Selain itu, banyaknya industri ekstraktif mengakibatkan sumber air tanah yang tidak layak untuk dikonsumsi atau digunakan sehari-hari.

Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Dr Nurina Fitriani menuturkan, dengan pengelolaan yang tepat, potensi IKN mengalami krisis air bersih sangatlah rendah. Pasalnya, sumber air bersih tidak hanya didapatkan melalui air tanah saja, melainkan bisa diperoleh dari pengolahan air permukaan, air hujan, bahkan air laut.

Baca juga: Masyarakat Adat Dayak se-Kalimantan Dukung Penetapan IKN Nusantara

Perlu diketahui, bahwa wilayah IKN memiliki curah hujan tahunan yang tergolong sangat tinggi, yakni 2.223 milimeter dan air permukaan, baik itu sungai, embung, maupun waduk yang cukup banyak. Baginya, hal itu merupakan potensi sumber air yang bisa digunakan untuk memenuhi ketersediaan air bersih, apabila dikelola dengan baik.

Nurina menjelaskan, nantinya pengembangan IKN tetap berpegang teguh pada tiga konsep yang sudah tertuang dalam UU No 3 Tahun 2022, yakni kota hutan, kota spons, dan kota cerdas.

“Karena solusi permasalahan air ini ada pada dua dari tiga konsep pengembangan IKN, yakni kota hutan dan kota spons,” jelas Nurina, Senin (25/4/2022).

Dalam paparannya, Nurina menyampaikan, bahwa cadangan air dalam tanah tidak terlepas dari adanya hutan. Hal itu terjadi karena hutan merupakan regulator dalam sistem hidrologi. Hutan dapat menyimpan dan menyaring serta membersihkan air untuk disimpan dalam akuifer.

Baca: Dukung Penuh IKN Nusantara, HIMPI Jabar Kecam Edy Mulyadi Hina Kalimantan

“Pembangunan yang merujuk pada konsep kota hutan adalah salah satu upaya untuk menjamin ketersediaan air bersih di IKN nantinya,” sambung Dosen Departemen Biologi FST Unair tersebut.

Dia juga berharap, wilayah hutan yang saat ini mendominasi hampir 80 persen dari wilayah IKN, nantinya dibiarkan tetap alami guna mendukung ketersediaan air di Wilayah IKN. “Biarkan tetap alami dan terjaga, jangan dibabat kemudian dialihfungsikan untuk hutan sawit,” jelasnya.

Menurut penjelasan Nurina, konsep kota spons sangat cocok diterapkan di wilayah IKN yang memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Ia memaparkan, kota spons sendiri merupakan model konstruksi perkotaan guna menjaga air hujan agar tidak langsung bermuara ke laut. “Yakni melalui pembangunan embung dan sumur resapan air,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam kota spons juga dilakukan rainwater harvesting atau mengumpulkan dan menyimpan air hujan dalam skala rumah tangga. Hal itu memungkinkan dilakukan karena sudah diaplikasikan di beberapa negara seperti China, Spanyol, Belgia, dan India.

Baca: Mencari Pemimpin IKN, Borneo Muda dan Sejumlah Tokoh Nasional dari Kalimantan Menjadi Prioritas

Nantinya, lanjut Nurina, Air hujan yang telah dikumpulkan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari cukup dengan metode filtrasi sederhana.

“Filter dapat dibuat dari bahan yang bisa dijumpai di rumah seperti genteng, pasir, arang, kerikil, ijuk dan batu-batuan dan air hasil penyaringan sudah bisa langsung digunakan untuk keperluan sehari-hari namun tidak untuk diminum secara langsung,” ungkapnya.
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program Suara Warga,...
Program Suara Warga, Generasi Muda Kaltim Kawal IKN sebagai Ibu Kota Politik
Forum Gerakan Moral...
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
Kolaborasi ESG Dorong...
Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Menimbang Kemampuan...
Menimbang Kemampuan BUMD Mengelola Cadangan Migas di Blok Ganal
IKN Diguyur Investasi...
IKN Diguyur Investasi Rp1,15 Triliun dari Perusahaan Korea, Buat Bangun Apa?
RI Temukan Cadangan...
RI Temukan Cadangan Gas Jumbo di Kalimantan Timur, Siap Produksi 2028
Rekomendasi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Berita Terkini
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Infografis
7 Jenderal TNI Alumni...
7 Jenderal TNI Alumni SMA Taruna Nusantara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved