Jalan Dusun Apala dan Desa Benteng Rusak Parah, Warga: Kami Seperti Dianaktirikan
Senin, 18 April 2022 - 21:06 WIB
loading...
Akses jalan penghubung antara Desa Balo-Balo, Kecamatan Wotu dan Desa Benteng yang rusak parah. Foto: SINDOnews/Fitra Budin
A
A
A
LUWU TIMUR - Akses jalan penghubung antara Dusun Apala, Desa Balo-Balo, Kecamatan Wotu dan Desa Benteng, Kecamatan Burau, Luwu Timur rusak parah. Jalan tersebut berlubang dan tergenang airsaat musim hujan.
"Bisa kita lihat pak jalannya, berlubang dan tergenang air, sudah lama itu pak jalan begitu," kata Sultan, tokoh masyarakat Dusun Apala, Desa Balo-Balo, Kecamatan Wotu, Senin (18/4/2022).
Baca juga:Pegawai Pemkab Luwu Timur Salurkan Bantuan ke Warga Lakawali Pantai
Oleh karena itu kata Sultan, masyarakat di Dusun Apala beraharap agar pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Apalagi jalan tersebut adalah jalan penghubung Dusun Apala dan Desa Benteng.
"Kami warga di sini merasa seperti dianaktirikan. Bagaimana tidak, di wilayahnya lain yang tidak jauh sudah membangun jalan aspal, sementara jalan kami di sini masih dibiarkan hancur,” keluh Sultan.
Baca juga:Bupati Lutim Ingin Kepala OPD Mahir Berbahasa Asing
Selain itu, Sultan juga menambahkan bahwa para pelajar dari Dusun Apala dan juga para petani kerap melalui jalan tersebut.
"Jalanya banyak yang berlubang, kalau hujan jadi genangan air, jadi banyak warga yang terkecoh dan jatuh," ujar Sultan.
"Bisa kita lihat pak jalannya, berlubang dan tergenang air, sudah lama itu pak jalan begitu," kata Sultan, tokoh masyarakat Dusun Apala, Desa Balo-Balo, Kecamatan Wotu, Senin (18/4/2022).
Baca juga:Pegawai Pemkab Luwu Timur Salurkan Bantuan ke Warga Lakawali Pantai
Oleh karena itu kata Sultan, masyarakat di Dusun Apala beraharap agar pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Apalagi jalan tersebut adalah jalan penghubung Dusun Apala dan Desa Benteng.
"Kami warga di sini merasa seperti dianaktirikan. Bagaimana tidak, di wilayahnya lain yang tidak jauh sudah membangun jalan aspal, sementara jalan kami di sini masih dibiarkan hancur,” keluh Sultan.
Baca juga:Bupati Lutim Ingin Kepala OPD Mahir Berbahasa Asing
Selain itu, Sultan juga menambahkan bahwa para pelajar dari Dusun Apala dan juga para petani kerap melalui jalan tersebut.
"Jalanya banyak yang berlubang, kalau hujan jadi genangan air, jadi banyak warga yang terkecoh dan jatuh," ujar Sultan.
(luq)
Lihat Juga :