Mahasiswa Tolak Penundaan Pemilu, Golkar Jabar: Sudah Dijawab Pak Jokowi

Selasa, 12 April 2022 - 01:07 WIB
loading...
Mahasiswa Tolak Penundaan...
Tuntutan mahasiswa yang menolak wacana penundaan Pemilu 2024 dinilai sudah dijawab Presiden Jokowi dan dianggap tuntas. Foto/Dok
A A A
BANDUNG - Ribuan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Jawa Barat (Jabar) menolak wacana penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Partai Golkar Jabar menilai tuntutan tersebut sudah dijawab Presiden Jokowi.

Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, MQ Iswara menyatakan, soal wacana penundaan Pemilu 2024, Presiden Joko Widodo sudah menegaskan bahwa pemilu digelar serentak pada 14 Februari 2024 dan dilanjutkan pilkada November 2024. "Itu sudah dijawab oleh Pak Jokowi, sudah clear artinya," kata Iswara di Bandung, Senin (11/4/2022).



Aksi unjuk rasa mahasiswa di Provinsi Jabar sendiri, dipusatkan di kawasan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (11/4/2022). Aksi ini untuk merespon kondisi sosial, ekonomi, dan politik di Tanah Air. Baca juga: Meninggal Usai Amankan Demo, Ipda Imam Agus Disemayamkan di Mako Brimob Polda Sultra

Iswara mengatakan, aksi demonstrasi sah-sah saja dilakukan karena telah diatur oleh Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 tentang Kebebasan Berpendapat.

"Silakan saja. Asalkan dalam koridor aturan hukum yang berlaku, yakni menyampaikan pemberitahuan, kemudian disampaikan harapannya secara lisan maupun tertulis, tidak mengganggu ketertiban umum, dan tidak merusak fasilitas umum," tutur Iswara.

Iswara juga menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM jenis pertamax itu diperuntukan bagi masyarakat menengah ke atas karena pertamax adalah BBM non-subsidi. Bahkan, kata Iswara, hasil dari kenaikan harga itu akan dikonversikan untuk menyubsidi masyarakat kecil.

"Jadi pertamax ini adalah BBM non-subsidi yang dinaikan dan akan ada penambahan dana ke negara nantinya. Sehingga, akan dikonversikan untuk kepentingan masyarakat kecil," jelasnya. Baca juga: Demo Mahasiswa di 4 Daerah Kaltim, Polisi Kerahkan 2.000 Personel Kawal Aksi

Terkait kenaikan harga LPG 3 kg, BBM jenis pertalite hingga bio solar, Iswara mengklaim bahwa tuntutan yang disampaikan mahasiswa itu faktanya belum terjadi di lapangan.

"Intinya jika teman-teman mahasiswa ingin menyampaikan aspirasinya, silakan saja karena diatur undang-undang. Namun, tentunya ada rambu-rambu sesuai dengan regulasi yang ada, begitu juga jelas poin yang dituntutnya," tegas Iswara.

Lebih lanjut Iswara menyatakan, DPD Partai Golkar sangat terbuka untuk seluruh elemen masyarakat, baik itu mahasiswa, ormas, dan lainnya jika menghendaki dialog dan diskusi tentang kepentingan bangsa dan negara.

Dia menegaskan, DPD Partai Golkar Jabar membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun untuk berdialog demi kepentingan masyarakat.

"Kami terbuka jika ada mahasiswa atau dari ormas berdiskusi. Kami sangat terbuka sejauh untuk kepentingan masyarakat arena kepentingan masyarakat di atas segalanya," tandasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Massa Mahasiswa Gelar...
Massa Mahasiswa Gelar Demo di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto Ditutup
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Polda Metro Jaya Terjunkan...
Polda Metro Jaya Terjunkan 4.131 Personel Kawal Demo di Jakarta Hari Ini
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
UBK Nonaktifkan Ketua...
UBK Nonaktifkan Ketua BEM Hukum Usai Terima Rp20 Juta
Rekomendasi
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Berita Terkini
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved