Pesantren Entrepreneur Gembleng Santri Berjiwa Berbisnis, Per Bulan Berpenghasilan hingga Rp3 Juta

Sabtu, 09 April 2022 - 15:51 WIB
loading...
Pesantren Entrepreneur...
Suasana Pondok Pesantren Enterprenuer di lingkungan Masjid Klenteng, Salatiga, Jawa Tengah yang menggembleng santri berjiwa bisnis. Foto/Ist
A A A
SALATIGA - Masjid Klenteng yang didirikan seorang mualaf Tionghoa Yusuf Hidayatullah (almarhum), kini tidak hanya sebatas untuk tempat ibadah. Semenjak pengelolaannya di bawah Yayasan H Zaenal Abidin, pengurus masjid melakukan renovasi dan mendirikan pondok pesantren (Ponpes) Enterpreneur di lingkungan masjid.

Untuk pengembangan, lahan sebelah timur masjid juga dibangun mess untuk santri. Saat ini sudah ada 10 santri dan 25 santriwati dari berbagai daerah di Indonesia. Santri dan santriwati itu mulai dari jenjang SMP, SMA dan kuliah.

Baca juga: Pesantren Metal Pasuruan Terima Pasien Narkoba

Seperti halnya ponpes pada umumnya untuk memperdalam ilmu agama. Namun ada nilai plus di ponpes Yayasan H Zaenal Abidin ini. Para santri yang nyantri di tempat itu pasti dibekali dengan ilmu entrepreneur (berwirausaha).

Salah seorang pendiri Yayasan H Zaenal Abidin, Ustaz Agus Ahmad (46) mengatakan, selain memperdalam ilmu agama berbasis salaf dengan kitab-kitab kuning, para santrinya dibekali dengan ilmu entrepreneur atau berbisnis.

"Setelah nyatri di sini satu tahun, kita bekali wawasan dan kemampuan bisnis. Karena santri di sini rata-rata mahasiswa, maka kita target, di semester 1 dan 2, kita ajari bisnis, dalam satu bulan berpenghasilan Rp1 juta. Bisnisnya via media sosial. Kita ajari caranya. Hasilnya untuk santri sendiri bukan untuk ponpes,” terangnya, Sabtu (9/4/2022).

Kemudian yang sudah menginjak kuliah di semester 5 dan 6, nantinya kita target berpenghasilan Rp2 juta per bulan. Nanti di semester 7 dan 8 targetnya naik lagi jadi Rp3 juta per bulan. Jadi ketika lulus kuliah dan lulus dari pondok sudah tidak bingung masalah pekerjaan karena sudah bisa menghasilkan uang sendiri.

Baca juga: Ponpes Ora Aji, Imbangkan Ajaran Kitab Kuning dan Keterampilan Hidup

"Kendala saat ini, begitu lulus kuliah atau pondok, bingung mencari pekerjaan. Kalau dari awal sudah kita ajari berbisnis dan punya penghasilan bisa jadi bekal,” ujarnya.

Menurut Agus, yang diajarkan kepada para santri adalah ilmu berbisnis saat ini, yakni melalui media sosial. Sedangkan jenisnya atau barangnya, terserah dan tergantung para santri masing-masing.

"Jadi yang kita ajarkan bagaimana cara berjualan lewat facebook, instagram, marketplace dan sebagainya,” ujarnya.

Untuk mendukung jiwa berwira usaha itu, Pesantren Enterprenuer juga membuka kafe di lingkungan pondok yang diberi nama Masteng yang buka dari jam 11.00 hingga pukul 20.00.

Makanan yang disajikan menu ringan, seperti kopi, mie dan sebagainya. Para penjaga atau pengelolanya para santri.

Terkait dengan kegiatan di bulan Ramadhan ini Agus menjelaskan, seperti halnya pondok pesantren pada umumnya. Dimulai dari sahur bersama para santri, kemudian dilanjutkan sholat subuh berjamaah.

Pada pagi dilanjutkan dengan pengajian, taklimul taklim sampai jam 06.00 WIB. "Yang ngisi Kyai Mutaqin salah seorang pengasuh. Selesai pengajian kemudian dilanjutkan bersih-bersih lingkungan. Selanjutnya masuk sekolah atau kuliah, karena sudah banyak yang masuk (pertemuan tatap muka),” jelasnya.



Kemudian kegiatan keagamaan dilanjutkan bada ashar dengan ngaji quran (TPQ). Para santri mengajari anak-anak di sekitar lingkungan pondok hingga jam 17.00. Kemudian dilanjutkan muqtaklim dan buka bersama serta dilanjut dengan sholat taraweh.

"Di Masjid Klenteng ini tiap hari buka bersama dengan anak di lingkungan sekitar yang ikut TPQ atau masyarakat yang datang ke masjid,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
Pimpinan Padepokan Padang...
Pimpinan Padepokan Padang Ati Diciduk Polisi terkait Kasus Pencabulan, 350 Santri Dipulangkan
Al-Hamidiyah Innovation...
Al-Hamidiyah Innovation Showcase 2026: Ajang Inovasi dan Kreativitas Generasi Masa Depan
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Rekomendasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Bukan Gelora E, Bukan...
Bukan Gelora E, Bukan Seres: E5 Plus Jadi Taruhan Terbesar DFSK Sepanjang Sejarah
Berita Terkini
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Skarbu Bikin Bundaran...
Skarbu Bikin Bundaran HI Bergelora, Jak Mania Kompak Nyanyikan Persija Ale
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved