Keseriusan Pemerintah Pusat Bangun Papua Menuai Pujian

Kamis, 18 Juni 2020 - 15:32 WIB
loading...
Keseriusan Pemerintah...
Direktur Time Indonesia Kiagus Firdaus dalam webinar bertajuk, Menakar Pembangunan Nasional di Papua. Foto/Tangkapan Layar Webinar
A A A
BANDUNG - Perhatian Pemerintah Pusat terhadap pembangunan Papua menuai apresiasi dari sejumlah kalangan. Betapa tidak, dalam kurun waktu 5 tahun belakangan ini, pembangunan Papua mengalami kemajuan pesat.

"Tidak bisa dipungkiri kontribusi dan perhatian pemerintah pusat terkait pembangunan Papua begitu besar. Tak kurang sekitar Rp93 triliun anggaran yang sudah dikucurkan untuk otonomi khusus (otsus) di Papua dan Rp33 triliun untuk Papua Barat," kata Direktur Time Indonesia Kiagus Firdaus. (BACA JUGA: Guru Besar Unpad Sebut Perhatian Pemerintah untuk Papua Luar Biasa )

Hal tersebut disampaikan Kiagus saat menjadi pembicara dalam webinar bertajuk "Menakar Pembangunan Nasional di Papua", Rabu (17/6/2020) malam yang diinisiasi Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (BACA JUGA: Demo di Jayapura Berlangsung Aman, Komnas HAM Apresiasi Aparat )

Kiagus mengemukakan, kemajuan pembangunan di Papua yang sangat terlihat adalah infrastruktur, seperti jalan Trans Papua. "Selain itu dengan ditunjuknya Papua sebagai tuan rumah PON menggambar provini ini sudah setara dengan daerah lain," ujar dia. (BACA JUGA: Humas Polri: 7 Tahanan Warga Papua Pelaku Kriminal Murni Bukan Tahanan Politik )

Pemerintah, tutur Kiagus, diharapkan tidak melupakan pembangunan sumber saya manusia (SDM) di tanah Indonesia bagian Timur tersebut. Pembangunan infrastruktur harus diiringi dengan pembangunan kualitas SDM.

"Sudah saatnya putra-putri Papua yang telah mengenyam pendidikan di Pulau Jawa kembali ke Papua untuk mengabdi dan membangun," tutur pria asal Pagar Alam ini.

Kiagus meyakini konflik yang selama ini berlangsung di Papua bisa berakhir jika pembangunan infrastruktur dan SDM terus dikembangkan. "Pemerintah harus bisa memutus matarantai konflik di Papua dengan dan kebijakan dan pembinaan meningkatkan SDM masyarakat Papua," ungkap Kiagus.

Halsama juga disampaikan Ketua PGK Papua Barat Ichwan Ar Rasyid Kabes. Menurut Ichwan, kemajuan Papua juga tampak dari pelayanan publik, seperti kesehatan.

"Namun sebagian masyarakat Papua menilai rasa keadilan sepenuhnya belum dirasakan terutama penyelesaian pelanggaran HAM sehingga konflik sosial masih terus saja terjadi dan berdampak pada situasi keamanan masyarakat saat ini," kata Ichwan.

Menurut dia, yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah pusat saat ini terkait keleuasaan otonomi khusus Papua. Dia mengatakan, konflik sosial yang selama ini terjadi di Papua karena tidak meratanya kesejahteraan masyarakat. "Konflik ini terjadi tidak lain karena kurang meratanya dampak otonomi khusus di tengah masyarakat Pupua" ungkap dia.

Sementara itu, pengamat Hukum Tata Negara UIN Raden Fatah Palembang M Sadi mengatakan, untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat Papua diperlukan revisi UU Otonomi Khusus Papua.

"Mungkin saja UU Otosus ini perlu menyerap kearifan lokal Papua sehingga ada keluasaan kearifan lokal berkontribusi dalam pembangunan sehingga hasil dirasakan masyarakat Papua," kata Sadi.

Sedangkan Ketum Badko HMI Sumbangsel Bambang Irawan bangga atas kemajuan pembangunan Papua. Dia berharap segala persoalan yang selama ini dialami masyarakat Papua secepatnya teratasi.

"Tentu sebuah apresiasi kita sampaikan hari ini Papua sangat mengalami peningkatan signifikan baik segi infrastruktur, pendidikan kesehatan dan SDM nya. Kita berharap pemerintah pusat tetap fokus memberikan hal terbaik untuk saudara kami di Papua dan secepatnya menyelesaikan konflik sosial agar Pembangunan Nasional di Papua berjalan dengan baik dan sesuai perencanaan," pungkas Bambang.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
TMMD ke-128, Warga Papua...
TMMD ke-128, Warga Papua Bahagia Jalan Menuju Pantai dan Sekolah Mulai Diperbaiki
Kondisi Pengungsi Moskona...
Kondisi Pengungsi Moskona Teluk Bintuni Memprihatinkan Pascaserangan Separatis Papua
Satgas Operasi Damai...
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Tangkap KKB Penembak Warga Sipil
Musrenbang RKPD DIY...
Musrenbang RKPD DIY 2027, Kemendagri Tekankan Integrasi Kebijakan Pusat-Daerah
Kritik dalam Film Pesta...
Kritik dalam Film Pesta Babi Jadi Bahan Evaluasi Pembangunan di Papua
Pengamat Militer: Pembangunan,...
Pengamat Militer: Pembangunan, Keamanan, dan Keadilan Sosial Kunci Atasi Konflik Papua
Lumpuhkan 10 OPM dan...
Lumpuhkan 10 OPM dan Rebut 56 Markas, Satgas Marinir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari KSAL
Rekomendasi
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
Ayyoub Bouaddi Moncer...
Ayyoub Bouaddi Moncer di Debut Piala Dunia, Gelandang 18 Tahun Maroko Berhasil Redam Brasil
Berita Terkini
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved