Kasus Covid-19 Melandai, Dinkes DKI Tetap Galakkan 3T
Jum'at, 08 April 2022 - 06:22 WIB
loading...
Angka kasus Covid-19 di Ibu Kota kian menunjukkan perbaikan ke arah pelandaian. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Angka kasus Covid-19 di Ibu Kota kian menunjukkan perbaikan ke arah pelandaian. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta tetap menggencarkan testing, tracing, dan treatment ( 3T ).
"Strategi tetap meskipun sekarang kondisinya kasus melandai. Tapi tetap strategi 3T tetap kita kuatkan jadi kita tidak menurunkan jumlah tracing atau testingnya. Tapi kita tetap pertahankan cukup dalam jumlah standar," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Kamis 7 April 2022. Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai, Penghuni Isoter Tangerang Berkurang
Widyastuti menyebut, Dinkes DKI bekerja sama dengan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan lab swasta guna mendeteksi varian baru.
"Kami juga bekerja sama dengan Litbangkes untuk mendeteksi apabila ada varian baru jadi kami strateginya adalah berkoordinasi dengan Litbangkes dan mitra swasta yang selalu berkoordinasi, sehingga apabila ada beberapa persen sample yang terdeteksi positif kita kirim ke Litbangkes dan lab swasta untuk diidentifikasi lebih lanjut. Apakah memang ada varian baru atau tidak," paparnya.
"Strategi tetap meskipun sekarang kondisinya kasus melandai. Tapi tetap strategi 3T tetap kita kuatkan jadi kita tidak menurunkan jumlah tracing atau testingnya. Tapi kita tetap pertahankan cukup dalam jumlah standar," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Kamis 7 April 2022. Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai, Penghuni Isoter Tangerang Berkurang
Widyastuti menyebut, Dinkes DKI bekerja sama dengan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan lab swasta guna mendeteksi varian baru.
"Kami juga bekerja sama dengan Litbangkes untuk mendeteksi apabila ada varian baru jadi kami strateginya adalah berkoordinasi dengan Litbangkes dan mitra swasta yang selalu berkoordinasi, sehingga apabila ada beberapa persen sample yang terdeteksi positif kita kirim ke Litbangkes dan lab swasta untuk diidentifikasi lebih lanjut. Apakah memang ada varian baru atau tidak," paparnya.
Lihat Juga :