Majelis Komunikasi UMI Hadirkan Guru Besar Universitas Tadulako
Rabu, 06 April 2022 - 20:52 WIB
loading...
Majelis Komunikasi Spesial Ramadhan yang digelar secara virtual, Rabu (6/4/2022). Foto: istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali menggelar kegiatan Majelis Komunikasi Spesial Ramadhan secara virtual, Rabu (6/4/2022).
Majelis Komunikasi kali ini menghandirkan Dekan Fisip Universitas Tadulako Palu, Prof Muhammad Khairil sebagai pembicara. Kegiatan dipandu langsung dosen Ilmu Komunikasi UMI, Izki Fikriani Amir.
Baca juga:UMI Terima SK Pembukaan Prodi Teknik Lingkungan
Kegiatan yang bekerja sama dengan himpunan mahasiswa ilmu komunikasi (Himikom) UMI ini mengusung tema "Puasa dan Etika Komunikasi". Peserta yang hadir sekitar 500 lebih orang.
Dekan Fakultas Sastra UMI, Rusdiah mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi pembicara yang dihadirkan adalah Prof Muhammad Khairil.
Menurutnya, Majelis Komunikasi sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan para dosen, apalagi digelar saat Bulan Suci Ramadhan. Untuk itu, ia berharap kegiatan tersebut tetap berlanjut.
Senada, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMI , Andi Mutaqin juga menyampaikan terima kepada Prof Muhammad Khairil karena bersedia berbagi ilmu dengan para mahasiswa.
Baca juga:Peringatan Milad UMI ke-68 Tahun akan Diisi Berbagai Kegiatan
"Tentu dari tema yang diusung, puasa dan etika komunikasi ini, kita dapat mengabil esensi bahwa dalam proses komunikasi kita harus tahun tentang rambu-rambu dan etika komunikasi,” ungkap Andi Mutaqin.
Sementara itu, Prof Muhammad Khairil, mengawali materinya dengan membahas kesombongan makhluk iblis yang tak mau menyembah nabi.
"Kisah ini menjadi contoh bahwa mau sampai kapan, di atas langit ada langit, di atas orang pintar, ada orang pintar. Semua itu hanya sementara. Makanya kita manusia jangan menjadi pribadi sombong,” kata Prof Muhammad Khairil.
Prof Muhammad Khairil menjelaskan, pada prinsipnya, etika komunikasi yang digunakan dapat menunjukkan jati diri seseorang. Untuk itu, penting bagi kita memperahtikan etika ketika membangun komunikasi dengan orang lain.
Baca juga:Mahasiswa Antusias Ikut Pencerahan Qalbu UMI yang Digelar Virtual
"Kita bisa mudah mengukur karakter seseorang lewat etika, bahkan kita bisa tahu tingkat pendidikanya dari awal dia berkomunikasi, makanya sangat mendasar untuk kita memahami etika komunikasi ini,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, kegiatan ini juga dihadiri Wakil Dekan Fakultas Sastra UMI , para dosen Fakultas Sastra UMI , para mahasiswa dan sejumlah dosen Universitas Tadulako Palu.
Majelis Komunikasi kali ini menghandirkan Dekan Fisip Universitas Tadulako Palu, Prof Muhammad Khairil sebagai pembicara. Kegiatan dipandu langsung dosen Ilmu Komunikasi UMI, Izki Fikriani Amir.
Baca juga:UMI Terima SK Pembukaan Prodi Teknik Lingkungan
Kegiatan yang bekerja sama dengan himpunan mahasiswa ilmu komunikasi (Himikom) UMI ini mengusung tema "Puasa dan Etika Komunikasi". Peserta yang hadir sekitar 500 lebih orang.
Dekan Fakultas Sastra UMI, Rusdiah mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi pembicara yang dihadirkan adalah Prof Muhammad Khairil.
Menurutnya, Majelis Komunikasi sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan para dosen, apalagi digelar saat Bulan Suci Ramadhan. Untuk itu, ia berharap kegiatan tersebut tetap berlanjut.
Senada, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMI , Andi Mutaqin juga menyampaikan terima kepada Prof Muhammad Khairil karena bersedia berbagi ilmu dengan para mahasiswa.
Baca juga:Peringatan Milad UMI ke-68 Tahun akan Diisi Berbagai Kegiatan
"Tentu dari tema yang diusung, puasa dan etika komunikasi ini, kita dapat mengabil esensi bahwa dalam proses komunikasi kita harus tahun tentang rambu-rambu dan etika komunikasi,” ungkap Andi Mutaqin.
Sementara itu, Prof Muhammad Khairil, mengawali materinya dengan membahas kesombongan makhluk iblis yang tak mau menyembah nabi.
"Kisah ini menjadi contoh bahwa mau sampai kapan, di atas langit ada langit, di atas orang pintar, ada orang pintar. Semua itu hanya sementara. Makanya kita manusia jangan menjadi pribadi sombong,” kata Prof Muhammad Khairil.
Prof Muhammad Khairil menjelaskan, pada prinsipnya, etika komunikasi yang digunakan dapat menunjukkan jati diri seseorang. Untuk itu, penting bagi kita memperahtikan etika ketika membangun komunikasi dengan orang lain.
Baca juga:Mahasiswa Antusias Ikut Pencerahan Qalbu UMI yang Digelar Virtual
"Kita bisa mudah mengukur karakter seseorang lewat etika, bahkan kita bisa tahu tingkat pendidikanya dari awal dia berkomunikasi, makanya sangat mendasar untuk kita memahami etika komunikasi ini,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, kegiatan ini juga dihadiri Wakil Dekan Fakultas Sastra UMI , para dosen Fakultas Sastra UMI , para mahasiswa dan sejumlah dosen Universitas Tadulako Palu.
(luq)
Lihat Juga :